Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hotel Indonesia Group Resmi Jadi Operator 14 Hotel BUMN Milik PT Hotel Indonesia Natour

PT Hotel Indonesia Group kelak akan melaksanakan pengelolaan dan pengembangan seluruh hotel-hotel milik BUMN.

Hotel Indonesia Group Resmi Jadi Operator 14 Hotel BUMN Milik PT Hotel Indonesia Natour
Istimewa
Sebelah kiri (baju kotak-kotak): Iswandi Said, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero) Sebelah kanan (baju putih): Qodie Ibrahim, CEO PT Hotel Indonesia Group 

TRIBUNNEWS.COM ‐ Pada 5 Februari 2021, Hotel Indonesia Group resmi menjadi operator 14 Hotel BUMN milik PT Hotel Indonesia Natour (Persero) yaitu Inaya Putri Bali, Grand Inna Kuta, Grand Inna Padang, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Samudra Beach, Grand Inna Medan, Grand Inna Bali Beach, Inna Bali Beach Resort, Inna Bali Beach Garden, Inna Tretes, Inna Parapat, Inna Sindhu Beach, dan Inna Bali Heritage

Sebagai “holding operatorship“ yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN, PT Hotel Indonesia Group kelak akan melaksanakan pengelolaan dan pengembangan seluruh hotel-hotel milik BUMN sebagai jaringan hotel Indonesia atau flagship hotel Indonesia. Selain hotel-hotel BUMN, Hotel Indonesia Group juga akan mentargetkan pengelolaan hotel milik swasta atau perorangan.

Sebagai jaringan hotel, Hotel Indonesia Group akan mengedepankan layanan dengan keramahtamahan khas Indonesia dan menampilkan berbagai kearifan lokal.

Selain itu jaringan hotel yang dikelola oleh Hotel Indonesia Group Indonesia diharapkan kompetitif dalam persaingan industri perhotelan di dalam dan luar negeri.

Menurut  Qodie Ibrahim selaku CEO Hotel Indonesia Group dalam acara Kick Off Operatorship Hotel HIN pagi tadi menjelaskan bahwa untuk bisa kompetitif kita perlu melakukan banyak pembenahan terutama dari segi produk, dan peningkatan sumber daya manusia.

Dalam pidatonya ditekankan bahwa seluruh karyawan hotel harus terbuka dan melihat perubahan yang terjadi di market dan juga hotel competitor.

Selain itu juga, dalam program 100 harinya disebutkan bahwa food and beverage harus menjadi andalan dalam bisnis industry hospitality kedepan. “Kita seharusnya tidak lagi memfokuskan pada penjualan kamar terutama di masa pandemi ini, peluang di F&B yang harus ditingkatkan.” Terang Qodie Ibrahim.

Penambahan 14 hotel dibawah HIG ini merupakan sentiment yang positif untuk portfolio bisnis HIG, langkah ini juga sejalan dengan proses holding hotel BUMN yang tengah berjalan.

Deddy P. Effendi selaku VP Corporate Communication and Business Development juga menambahkan bahwa penambahan 14 hotel ini dinilai sangat tepat ditengah masa sulit ini, “Ya ini kami selalu optimis didunia bisnis, penambahan 14 hotel kami lihat sebagai sebuah kepercayaan besar bagi kami meskipun ditengah pandemic. Menurutnya “ 14 hotel tersebut semua lokasinya sangat strategis dan sudah memiliki market masing-masing kami akan mempersiapkan product-produk yang up to date agar bisa kompetitif kedepannya," jelasnya.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas