Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dorong Pemulihan Ekonomi, P2P Lending Ini Siap Dukung Pendanaan untuk 4 Juta Pelaku Ekonomi Riil

P2P lending AdaKami menargetkan penyaluran pendanaan baru senilai Rp 12 triliun kepada 10 juta peminjam.

Dorong Pemulihan Ekonomi, P2P Lending Ini Siap Dukung Pendanaan untuk 4 Juta Pelaku Ekonomi Riil
IST
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pembiayaan Digital Indonesia sebagai penyelenggara P2P lending AdaKami memperkuat komitmennya dengan target proyeksi total dana Rp 12 triliun yang siap disalurkan kepada 10 juta peminjam terdaftar sepanjang 2021.

"Dari target 10 juta peminjam, 4 juta di antaranya adalah pelaku ekonomi riil," ujar Direktur Utama AdaKami​ Bernardino M Vega Jr, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2/2021).

Sementara itu, AdaKami juga telah menyalurkan pinjaman senilai Rp 3,1 triliun sejak awal berdiri. Pinjaman tersebut disalurkan kepada lebih dari 5 juta peminjam terdaftar, di mana 40 persen digunakan untuk kepentingan usaha.

Bernardino mengatakan, tahun lalu adalah tahun perjuangan untuk semua. Namun, perusahaan bersyukur bahwa AdaKami berhasil memupuk kepercayaan masyarakat di tengah masa pandemi ini dan bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang memerlukan.

Baca juga: Qoala Insurtech Buka Peluang Kerja Sama dengan P2P Lending

"Memasuki tahun 2021 ini kami ingin lebih banyak berkontribusi untuk memperkecil ​credit gap antara masyarakat yang masih ​unbankable untuk bisa menjadi bankable. Melalui pemanfaatan fintech P2P​ lending​, masyarakat yang masih​ unbankable dapat membangun portfolio yang cukup untuk ke depannya bisa menjadi ​bankable​,” tegas ​Bernardino.

Baca juga: Universitas Atma Jaya dan Ovo-Bareksa Kenalkan Fintech Academy

Memasuki tahun ketiganya beroperasi di Indonesia, AdaKami menyadari bahwa dinamika industri P2P ​lending lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan pinjaman atau dana, tapi lebih kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat, di mana para penyelenggara P2P ​lending harus lebih peka dengan kebutuhan nasabah. ​

Sejalan dengan itu, AdaKami mengukuhkan komitmennya untuk mendukung perekonomian Indonesia dan inklusi keuangan dengan memperkenalkan ​positioning baru sebagai fintech yang menyediakan solusi bagi kebutuhan hidup para penggunanya.

AdaKami yang telah melalui proses ​rebranding​, sekarang lebih siap untuk mendukung masyarakat Indonesia untuk bertumbuh dan meraih hidup yang lebih bermakna. Dengan mayoritas pengguna yang adalah milenial dan gen Z, AdaKami yakin dapat menjawab kebutuhan gaya hidup mereka, dan siap bertumbuh bersama mereka.

Lebih dari itu, AdaKami juga mendukung upaya OJK dalam meningkatkan literasi keuangan yang secara rutin akan memberikan konten-konten edukasi perencanaan keuangan dasar melalui situs web dan media sosialnya.

“Edukasi akan selalu kami lakukan, terutama melalui kanal media sosial. Tidak hanya itu, kami juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa pihak yang akan kami rilis di 2021 ini. Kami berharap tahun ini AdaKami dapat berkontribusi aktif untuk menjangkau populasi unbanked di Indonesia yang mencapai hampir 100 juta orang, dan memperkuat kiprah AdaKami dan layanan finansial digital dalam mendorong pemulihan ekonomi,” tutup Bernardino.

Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech di Otoritas Jasa Keuangan​ Munawar, mengatakan industri P2P ​lending ini memang hadir untuk masyarakat kecil yang masih ​unbankable​, dan secara pertumbuhan di tahun 2020, industri ini termasuk yang sangat baik dibandingkan dengan industri lain, dengan pertumbuhan 26,47 persen secara ​year-on-year​.

Dalam hal penyaluran dana pun kontribusinya cukup besar, mencapai Rp 262,16 miliar pada program PEN, kepada sekitar 48.629 rekening peminjam.

"Jadi kami sangat menyambut baik peran ​fintech dalam perekonomian Indonesia terutama di masa pandemi sekarang,” jelasnya.

“Tapi tantangannya pun cukup banyak, antara lain untuk meningkatkan kualitas pendanaan ke sektor yang memberi nilai tambah - misalnya pinjaman produktif, serta menjangkau lebih banyak pengguna di luar pulau Jawa,” katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas