Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kadin Dorong Program Vokasi Untuk Tingkatkan Daya Saing Pekerja

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebijakan pemerintah mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.

Kadin Dorong Program Vokasi Untuk Tingkatkan Daya Saing Pekerja
YouTube Sekretariat Presiden
Ketua Umum Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung kebijakan pemerintah mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.

Hal tersebut perlu dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda dan angkatan kerja berkualitas, utamanya saat menghadapi situasi setelah pandemi Covid-19.

“Sektor ketenagakerjaan menghadapi isu yang luar biasa berat karena pengaruh digitalisasi dan pandemi, di mana dalam kondisi ini pengaruh akan teknologi akan sangat besar," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Turnamen Golf Mercedes Trophy Akan Diadakan Dengan Protokol Kesehatan Ketat

Menurutnya, jumlah usia produktif di Indonesia akan terus meningkat sepanjang masa bonus demografi.

"Kadin mendorong seluruh elemen dunia usaha melakukan upaya penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya," ucapnya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, UMKM mempunyai potensi yang sangat penting, karena penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut sangat besar.

Ia berharap, pelaku UMKM mampu memanfaatkan program vokasi untuk peningkatan daya saing industri UMKM.

“Ada beberapa model pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa diterapkan. Kadin Indonesia mengusulkan memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha, dengan dunia pendidikan atau pelatihan,” kata Rosan.

Menurutnya, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memperhatikan seluruh elemen yang ada.

Sehingga, kata Rosan, keterlibatan dunia usaha, dunia industri menjadi hal yang penting.

"Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mismatch yang selama ini terjadi," ucapnya.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas