Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masyarakat Antusias Manfaatkan Perbankan Digital, Harga Saham BBYB Terkerek Naik

Dalam sepekan terakhir, saham BBYB mengalami kenaikan 63,31 perse dan dengan kenaikan selama tiga hari beruntun.

Masyarakat Antusias Manfaatkan Perbankan Digital, Harga Saham BBYB Terkerek Naik
dok.
Tren pergerakan saham emiten PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYC). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Edukasi yang gencar tentang perbankan digital ke masyarakat membuat animo publik memanfaatkan layanan perbankan dengan pendekatan baru ini semakin meningkat.

Respon positif masyarakat terhadap layanan bank digital ini sejalan dengan hasil survei Inventure Indonesia dan Alvara Research Center yang menyebutkan bahwa penetrasi digital semakin masif di sektor perbankan.

Layanan berbasis digital seperti internet dan mobile banking semakin sering digunakan oleh para nasabah. Masyarakat menilai berbagai layanan digital memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan.

Tren positif ini membuat saham sejumlah emiten bank yang bertransformasi menjadi bank digital ikut terkerek naik di pasar modal.

Misalnya seperti dialami saham PT Bank Neo Commerce Tbk. Saham emiten berkode BBYB ini terkerek cukup signifikan dalam tiga pekan belakangan ini.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Masuk Top 10 Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar

Sebagai perbandingan, awal Februari lalu saham BBYB masih berada di posisi Rp 340/saham, kini meningkat menjadi Rp 810/saham per penutupan bursa kemarin (24/2), atau meningkat sebesar 238 persen.

Baca juga: Pesta Judi Bitcoin Mulai Berakhir, Investor Bisa Lirik Investasi di Saham-Saham Ini 

Namun dalam sepekan terakhir, saham BBYB mengalami kenaikan 63,31 perse dan dengan kenaikan selama tiga hari beruntun.

Bank Neo Commerce (BNC), yang sebelumnya dikenal dengan Bank Yudha Bhakti, mengumumkan pelaksanaan right issue untuk mendapatkan suntikan modal guna memenuhi Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Pemenuhan Modal Inti minimum Bank melalui skema Penawaran Umum terbatas dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Baca juga: OJK Luncurkan Peta Jalan Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia

Para pemegang saham utamanya salah satunya PT Akulaku Silvrr Indonesia berkomitmen untuk turut serta dalam PUT ini.

Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 249,82 miliar.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas