Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Libur Cuti Bersama Dikurangi, Kunjungan Wisatawan Diyakini Tetap Tinggi

Menparekraf menilai masyarakat kini sudah lebih tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ketat.

Libur Cuti Bersama Dikurangi, Kunjungan Wisatawan Diyakini Tetap Tinggi
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wisatawan naik bus Bandros (Bandung Tour On Bus) di Halte Alun-alun Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (14/2/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurangan hari cuti bersama oleh Presiden Joko Widodo disambut baik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandi meyakini, kebijakan yang bertujuan untuk menekan laju penularan covid-19 itu tidak mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke depannya.

Dia menilai masyarakat kini sudah lebih tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sehingga, tren kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara tetap akan tumbuh ke depannya.

Walaupun diakuinya jumlah kunjungan wisatawan tersebut tidak sebesar sebelum pandemi covid-19.

"Hari ini saya diminta untuk menyikapi tentang pengurangan libur bersama, kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentunya menyadari bahwa langkah dikuranginya libur bersama menjadi keputusan strategis untuk memutus mata rantai penularan Covid-19," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Senin (1/3/2021).

Baca juga: Kunjungan Wisatawan Manca di Januari 2021 Anjlok, Hanya 141 Ribu Orang

"Namun dari pengurangan waktu cuti bersama yang kita perlu antisipasi adalah bagaimana mendistribusikan dari kepergian wisatawan nusantara menuju sentra-sentra destinasi wisata yang lebih personalized, localized, dan smaller in size," jelasnya.

Baca juga: Jumlah Wisatawan di Curug Pangeran Meningkat Saat Libur Imlek

Jumlah kunjungan wisatawan yang tidak serupa dengan masa sebelum pandemi covid-19 itu katanya dapat didongkrak lewat beragam inovasi, kolaborasi serta adaptasi dari beragam produk pariwisata.

Seperti wisata berbasis budaya dan alam terbuka di sejumlah destinasi wisata Nusantara, khusus destinasi super prioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang.

Begitu juga dengan penawaran family trip atau kerap sebagai road trip over land, Work from Destination, School from Destination lewat pemanfaatan teknologi informasi.

"Mungkin jumlahnya lebih kecil dari segi alokasi wisatawannya, tidak lagi berbus-bus seperti dulu. Tapi lebih berkualitas dan berkesan," ungkap Sandiaga Uno.

"Jadi kami di Kemenparekraf akan menerapkan inovasi-inovasi produk-produk wisata dan tentunya event-event dan atraksi mengacu kepada kenormalan dan kebiasaan baru ini," ujarnya optimis.

Sehingga, walau terdapat pengurangan jumlah hari dalam cuti bersama tahun 2021, kualitas maupun nilai tambah yang dihasilkan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih dapat berjalan.

Namun protokol kesehatan yang ketat dan disiplin harus diterapkan seluruh pihak, baik pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif maupun seluruh wisatawan yang berlibur di destinasi wisata.

"Dengan begitu, kami berharap roda perekonomian dapat terus bergerak, sehingga terbuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebesar-besarnya di masa depan," jelasnya.

Ikuti kami di
Penulis: Yulis
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas