Keputusan Menkeu Tak Naikkan Cukai SKT Bikin Pelaku Industri Tembakau Bernapas Lega
Sriyadi Purnomo mengatakan, buruh linting, sopir angkot, warung, dan usaha kos-kosan terhindar dari ancaman PHK akibat kenaikan tarif cukai.
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Kementerian Keuangan tidak menaikkan cukai hasil tembakau di segmen sigaret kretek tangan (SKT) bikin pelaku industri hasil tembakau bisa sedikit bernafas.
Kehidupan ekonomi di daerah sentra tembakau disebut perlahan kembali berdenyut menyusul keputusan pemerintah itu.
Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Sriyadi Purnomo mengatakan,
buruh linting, sopir angkot, warung, dan usaha kos-kosan bisa bernapas karena terhindar dari ancaman PHK akibat kenaikan cukai rokok.
"Dengan kondisi industri hasil tembakau (IHT) yang terus terpuruk terlebih di tengah pandemi Covid-19, keputusan Kemenkeu untuk tidak menaikkan cukai SKT membuat kami bisa sedikit bernapas dan sangat berterima kasih kepada pemerintah,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Tangani Isu Risiko Kesehatan, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Nasib Petani Tembakau
Sriyadi menjelaskan, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan cukai SKT menjaga keberlangsungan industri dan juga tenaga kerja.
Baca juga: Pebisnis Rokok Elektrik Tak Keberatan Ada Regulasi yang Kontrol Perdagangan Vape
Menurut dia, kehidupan ekonomi masyarakat di daerah sentra tembakau turut terstimulasi dengan kebijakan cukai SKT nol persen yang diumumkan awal Desember 2020 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Mereka yang menggantungkan hidupnya pada industri SKT sebenarnya bukan buruh saja, tetapi juga usaha kecil lainnya yang menyediakan kebutuhan dari para buruh itu seperti warung makan, tukang ojek, dan lain-lain. Jadi, kalau buruh SKT aman, usaha kecil di sekitarnya juga aman,” katanya.
Sriyadi menambahkan, program pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah sejalan dengan upaya penyelamatan terhadap sektor padat karya seperti SKT.
"IHT merupakan satu di antara sektor strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian. Selain menyumbang pendapatan negara, sektor ini juga memperkuat penyerapan tenaga kerja, mayoritas pekerja ada di IHT didominasi oleh perempuan, yang berusia muda hingga paruh baya," pungkas Sriyadi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.