Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BPS: Inflasi Maret 2021 0,08 Persen Dipicu Cabai Rawit dan Bawang Merah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2021 sebesar 0,08 persen dipicu komoditas cabai rawit dan bawang merah.

BPS: Inflasi Maret 2021 0,08 Persen Dipicu Cabai Rawit dan Bawang Merah
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Seorang pedagang memasukkan cabai rawit domba ke dalam kantong plastik saat melayani pembeli di los sayur dan buah Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/3/2021). Harga cabai di pasar tradisional Kota Bandung dalam dua pekan terakhir terus naik, terutama cabai rawit domba yang harganya melambung hingga 300 persen dari Rp 40.000 menjadi Rp 120.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau harganya saat ini Rp 90.000 dari sebelumnya Rp 30.000 per kg, cabai merah keriting Rp 65.000 dari Rp 40.000 per kg, cabai tanjung Rp 60.000 dari Rp 40.000 per kg, dan cabai hijau Rp 50.000 dari Rp 40.000 per kg. Kenaikan dipicu minimnya pasokan akibat gagal panen atau busuk sebelum dipanen. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2021 sebesar 0,08 persen dipicu komoditas cabai rawit dan bawang merah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan inflasi Maret 2021 disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,40 persen dengan andil 0,10 persen.

"Cabai rawit menyumbang andil 0,04 persen dan bawang merah 0,02 persen," Setianto di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Dia menerangkan inflasi rendah ini juga dipicu daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, ikan diawetkan, dan upah asisten rumah tangga dengan andil 0,01 persen.

Baca juga: BPS Catat Inflasi Februari 2021 Sebesar 0,10 Persen

Setianto menuturkan pergerakan inflasi ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya di mana menjelang bulan puasa Ramadan.

Namun ada komofitas yang mengalami penurunan harga atau deflasi antara lain mobil dengan andil 0,03 persen, emas perhiasan dan cabai merah masing-masing 0,02 persen serta beras 0,01 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto.

“Tiga kelompok mengalami deflasi seperti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, serta kelompok transportasi,” imbuhnya.

Baca juga: Bank Indonesia Siapkan Langkah Strategis Jaga Inflasi Tahun 2021

BPS juga mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebanyak 58 kota mengalami inflasi dan 32 kota menyumbang deflasi pada Maret 2021.

Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,07 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Tangerang dan Banjarmasin masing-masing 0,01 persen.

Untuk deflasi tertinggi terjadi di Baubau 0,99 persen dan deflasi terendah tercatat di Palopo 0,01 persen.

Inflasi tahun kalender Januari-Maret 2021 tercatat sebesar 0,44 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) 1,37 persen.

Pada periode yang sama 2020, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,76 persen, dengan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 2,96 persen.

Berita terkait

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas