Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Jelang Penerapan Larangan Mudik, Sejumlah PO Bus di Ciputat Kompak Naikkan Tarif

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) kompak menaikkan tarif ongkos perjalanan untuk ke sejumlah rute di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Jelang Penerapan Larangan Mudik, Sejumlah PO Bus di Ciputat Kompak Naikkan Tarif
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

"Kebanyakan penumpang yang naik itu pergi ke jurusan Garut dan Tasik. Beberapa kayak Subang, Cirebon, Indramayu masih normal. Tapi diperkirakan akan terus melonjak sebelum tanggal 6," tutur Larno.

Sementara itu, PO Bus Sinar Jaya wilayah Ciputat juga memberlakukan kenaikan tarif sejak minggu lalu. Seorang agen tiket bernama Yunus mengatakan bahwa pihak PO sengaja menaikkan tarif sebelum laranngan mudik berlaku.

Bahkan, pihak Sinar Jaya wilayah Ciputat memberlakukan kenaikan tarif hingga 50 Persen. Kenaikan itu berlaku untuk beberapa jurusan di antaranya Pemalang, Tegal, Purwokerto, Banjarnegara, dan beberapa kota di Jawa Tengah.

"Sudah naik sejak seminggu terakhir. Karena ini satu-satunya kesempatan untuk dapat untung lebih jelang pelarangan mudik. Sejauh ini baru untuk rute di Jawa Tengah saja yang naik 50 Persen. Rencananya nanti juga ada kenaikan untuk rute lainnya," kata Yunus.

Yunus memprediksi pada periode 30 April-5 Mei yang menjadi puncak tertinggi arus penumpang. Oleh karena itu pihak PO butuh menaikkan harga tarif untuk menutup biaya operasional.

"Saat ini pengusaha bus masih kembang kempis pendapatannya dan mencari segala cara untuk kondisi bertahan karena pandemi. Secara cash flow masih macet bahkan sudah ada beberapa angkutan bus yang mengalami kebangkrutan, jadi kenaikan tarif ini wajar dan penumpang bisa nemaklumi," imbuh Yunus.

Seperti diketahui, penyesuaian harga tiket bus AKAP memang sudah umum dilakukan sebelum pandemi tiap menjelang musim mudik. Terlebih adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang yang membuat banyak PO Bus ramai-ramai menaikkan tarif untuk mendulang laba.

Siasati Larangan Mudik, ALS Genjot Pengiriman Barang ke Sejumlah Daerah di Sumatera

Perusahaan otobus spesialis rute Pulau Sumatera Antar Lintas Sumatera atau ALS menanggapi pelarangan mudik oleh pemerintah yang berlaku mulai 6-17 Mei 2021.

Salah satu cabang pool ALS di Cikokol, Kota Tangerang, mengungkapkan pembatasan moda transportasi idul fitri ini sangat berdampak pada operasional perusahaan. Terlebih pada sektor pemasukan ALS yang menurun sejak pandemi Covid-19 setahun belakangan.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, PO ALS Cikokol Tetap Berangkatkan Penumpang dengan Kapasitas Penuh

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas