Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mudik Lebaran 2021

Jelang Penerapan Larangan Mudik, Sejumlah PO Bus di Ciputat Kompak Naikkan Tarif

Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) kompak menaikkan tarif ongkos perjalanan untuk ke sejumlah rute di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Jelang Penerapan Larangan Mudik, Sejumlah PO Bus di Ciputat Kompak Naikkan Tarif
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
MUDIK LEBIH AWAL - Calon penumpang memadati Terminal AKAP Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (9/4/2021). Terkait adanya larangan mudik oleh pemerintah, sejumlah warga mengakalinya dengan mudik lebih awal untuk menjalani tradisi munggah yakni menjalani pekan pertama puasa ramadan di kampung bersama keluarga besarnya, setelah itu mereka kembali lagi ke Jakarta dan merayakan lebaran di ibukota. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Untuk itu ALS tak punya pilihan lain selain mengikuti aturan tersebut. Sebelum aturan larangan mudik berlaku, ALS akan mengoptimalkan penjualan tiket hingga 4 Mei mendatang.

"Kita tanggal 2 Mei sudah stop penjualan tiket. Jadi yang terakhir berangkat antara tanggal 3 atau 4 mei. Estimasinya semua armada bisa angkut penumpang sebanyak-banyaknya," kata Syamsul, petugas Pool ALS Cikokol saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).

Syamsul mengungkapkan operasional aramada bus ALS saat ini masih berjalan normal. Selain menambah okupansi penumpang, ALS juga terus menggenjot pengiriman barang ke sejumlah daerah di Sumamtera.

Baca juga: Irjen Istiono Ancam Polisi yang Bandel Loloskan Pemudik. Akan Dihukum Penjara Berlipat Ganda

"Sebagai alternatif, paling kita genjot pengiriman barang seperti sepeda motor dan sembako. Karena kalau berharap dari penumpang agak sulit mengingat kondisi keuangan konsumen belum normal," tambah Syamsul.

Sementara itu, operasional ALS saat ini mengalami peningkatan meski ada penyesuaian tarif. Adapun untuk ongkos ke sejumlah daerah di Lampung dan Sumsel berkisar antara Rp 200 ribu - Rp 300 ribu.

Sementara untuk tujuan Sumsel, Jambi, Riau, Sumbar dan Sumut berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Peningkatan lumayan lah, terutama keberangkatan malam. Jadi kita sekaligus bawa barang untuk dikirim ke rute yang sering dipilih penumpang yaitu Medan," imbuh Syamsul.

Perusahaan otobus yang berdiri sejak 1966 ini memiliki dua tipe bus. Yakni bus ac seat 48 ac plus toilet dan non toilet. Perbedaan harga dari kedua kelas tiket itu berkisar antara Rp 50 ribu - Rp 100 ribu berdasarkan rute yang dipilih.

Selama masa pandemi, ALS juga tidak memberlakuan lagi fasilitas makan 4 kali, yaitu makan siang dua kali dan malam dua kali. Hal ini berkaitan dengan efisiensi ALS agar tetap beroperasi meski pendapatannya menurun akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini sudah tidak ada lagi fasilitas service makan di sejumlah rumah makan. Jadi tarif flat untuk keberangkatan aja, makan ditanggung sendiri oleh penumpang bagi yang hendak makan di tempat peristirahatan bus," tutup Syamsul.

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas