Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pasar Saham Sedang Menanti Sosok Menteri Investasi Baru Pilihan Jokowi

Dia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melesat setelah ada kejelasan reshuffle kabinet menuju level 6.200. 

Pasar Saham Sedang Menanti Sosok Menteri Investasi Baru Pilihan Jokowi
Tribunnews/Jeprima
Karyawan beraktivitas di antara layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (25/9/2020). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menyebutkan, pelaku di pasar saham menanti sosok menteri baru pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya di bidang investasi dalam reshuffle kabinet nanti. 

Nafan menjelaskan, dirinya berharap agar menteri tersebut mau itu berasal dari kalangan elit politik ataupun profesional harus kompeten. 

"Buat market menanti, siapa kandidatnya yang akan terpilih. Apakah dari politik kah profesional kah, saya berharap kompeten," ujarnya saat dihubungi Tribunnews, belum lama ini. 

Dia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melesat setelah ada kejelasan reshuffle kabinet menuju level 6.200. 

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Lagi Jelang Pengumuman BI Rate, Lirik Saham-saham Ini

"IHSG ada gap tipis di 6.245, mesti tercapai minimal. Lalu, target maksimum dalam waktu dekat di sekira 6.387, tidak sampai resisten 6.400," kata Nafan. 

Baca juga: Awas, Mata Uang Kripto Bisa Anjlok Lebih Dalam Lagi Jika Ditolak oleh Banyak Negara

Selain adanya struktur pemerintahan baru di Kementerian Investasi, beberapa sentimen dinilainya bisa mendorong IHSG menguat jangka panjang. 

Pendorong tersebut yakni vaksinasi massal, realisasi pemulihan ekonomi di kuartal II hingg bisa tumbuh 7 persen, dan orang bisa saja mudik sebelum bulan Ramadan. 

"Jadi, tidak pengaruh larangan mudik, tetap ramai di daerah. Selain itu, implementasi berbagai aturan dalam aturan turunan Omnibus Law, kita nantikan dan ada Kementerian Investasi," pungkas Nafan.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas