Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Aset Keuangan Syariah Global Diperkirakan Sentuh 3,69 Triliun Dollar AS

Aset keuangan syariah global bakal tumbuh hingga 3,69 triliun dollar AS pada 2024 mengacu pada laporan ICD.

Aset Keuangan Syariah Global Diperkirakan Sentuh 3,69 Triliun Dollar AS
Tribunnews/Herudin
Teller Bank Syariah Indonesia (BSI) melayani nasabah di Kantor Cabang BSI, di Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, aset keuangan syariah secara global akan terus mengalami pertumbuhan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, diperkirakan aset keuangan syariah global bakal tumbuh hingga 3,69 triliun dollar AS pada 2024 mengacu pada laporan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Revinitiv.

Sebagai informasi, aset keuangan syariah pada tahun 2019 mencapai 2,88 triliun dollar AS.

"Perkembangan ekonomi syariah secara global terus meningkat. Aset keuangan syariah global akan terus naik dari 2,88 triliun dollar AS di 2019, menjadi 3,69 triliun dollar AS di tahun 2024," jelas Destry dalam Webinar Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (21/4/2021).

Dia menjelaskan, pasar keuangan di Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Tidak hanya disumbang dari perbankan syariah, tetapi juga melalui pasar modal dan juga fintech.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Manfaatkan IIMS Hybrid Genjot Pembiayaan Otomotif Secara Syariah

Meski demikian, menurut Destry, banyak tantangan yang menghantui perkembangan aset keuagan syariah secara nasional. Salah satunya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan keuangan.

Baca juga: KPK Panggil Kepala Biro Administrasi Keuangan Bank Panin di Kasus Suap Pajak

Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong masyarakat melalui berbagai upayanya untuk meningkatkan inklusi keuangan.

"Berdasarkan data Google dan Temasek, sebanyak 130 juta penduduk kita underbank atau unbanked. Maka dari itu, inklusi keuangan penting dan ini menjadi nilai plus yang lebih bersifat inklusif," pungkas Destry.

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas