Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dukung Arsjad Rasjid Jadi Ketua Kadin, Menteri KKP Ungkap 'Harta Karun' Laut RI

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut mendukung Arsjad Rasjid sebagai calon ketua umum Kamar

Dukung Arsjad Rasjid Jadi Ketua Kadin, Menteri KKP Ungkap 'Harta Karun' Laut RI
Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Dukungan terhadap Arsjad Rasjid sebagai calon ketua umum Kadin Indonesia dalam acara "Bukber dan silahturahmi Arsjad Rasjid dengan Kadin Banten" di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut mendukung Arsjad Rasjid sebagai calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Trenggono mengungkapkan, ada potensi "harta karun" di laut Republik Indonesia (RI) senilai ratusan miliar dolar Amerika Serikat (AS) di depan Arsjad.

"Saya terus terang sangat dekat dengan Arsjad. Saya punya program 2021 hingga 2024 ada 162 miliar dolar AS pasar kelautan dan perikanan," ujarnya dalam acara "Bukber dan silahturahmi Arsjad Rasjid dengan Kadin Banten" di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Kadin Akan Gencarkan Pendidikan Vokasi untuk Hasilkan Lebih Banyak Wirausahawan Baru

Kendati memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, nyatanya pengusaha belum melihat itu, sehingga posisi Indonesia masih tertinggal dari China.

"Menurut saya (laut) masih dipunggungi, juaranya China dari sisi eksportir dan importir terbesar dunia. Saya bisik-bisik dengan Pak Mendag Lutfi, Kadin harus bergerak ke sana," kata Trenggono.

Baca juga: Rosan: Pemerintah Netral dalam Pemilihan Ketua Umum Kadin

Selain itu, dirinya merencanakan untuk pergi ke Provinsi Banten karena mempunyai potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, khususnya di jalur selatan dekat Pandeglang.

Trenggono menambahkan, ada peluang budidaya udang hingga dikembangkan sebanyak 2 juta ton dengan pasar 24,5 miliar dolar AS.

"Nilai pasar udang 24,5 miliar dolar AS, tapi Indonesia masih posisi 5, kalah dari Ekuador di posisi kedua dan China pertama. Selain itu ada juga lobster di Pandeglang dan Lebak, bangun ekonomi harus dari daerah juga, tidak hanya pusat," pungkasnya.

Baca juga Yusril-TGB Disebut Bakal Gabung Kabinet

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas