Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

KAI Masih Tunggu Kebijakan Detail Kemenhub Terkait Addendum SE Satgas Covid-19

Untuk penjualan tiket, KAI masih mengacu ke SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 27 Tahun 2021

KAI Masih Tunggu Kebijakan Detail Kemenhub Terkait Addendum SE Satgas Covid-19
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Penumpang kereta api Dharmawangsa Surabaya Pasarturi - Pasar Senen tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu, (3/1/2021). WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) belum melakukan perubahaan persyaratan perjalanan menggunakan moda kereta api (KA), terkait terbitnya Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menyebutkan, untuk penjualan tiket, KAI masih mengacu ke SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) No 27 Tahun 2021 dan masih menunggu aturan lebih detail untuk transportasi KA.

Joni juga menjelaskan, penjualan tiket masih dilakukan hingga 5 Mei 2021 tetapi untuk tanggal 6 Mei 2021 hingga seterusnya belum ada penjualan tiket KA jarak jauh.

"Penjualan tiket KA jarak jauh yang terjual untuk periode 22 April sampai 5 Mei masih sekitar 20 persen sampai 30 persen dari jumlah tiket yang disediakan," ucap Joni saat dihubungi Tribunnews, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Pengetatan Mudik Nggak Berlaku untuk Perjalanan Dinas hingga Persalinan

Ia juga menambahkan bahwa saat ini belum terlihat adanya lonjakan penumpang KA yang terjadi di stasiun dan masih terpantau stabil.

Sebagai informasi, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Addendum SE No 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer, Hujan Abu Terjadi di Cepogo

Dalam Addendum SE tersebut, disebutkan bahwa akan mengatur pengetatan persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri pada H-14 peniadaan mudik 22 April 2021 sampai 5 Mei 2021 dan H+7 peniadaan mudik pada 18-24 Mei 2021.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, PO Haryanto Alami Lonjakan Penumpang Sejak Sebelum Ramadhan

Peniadaan mudik sendiri menurut SE Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021, akan berlangsung mulai 16 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021 yang melarang masyarakat untuk pulang ke kampung halaman mereka pada periode tersebut.

Addendum SE Satgas Covid-19 No 13 Tahun 2021 yang didapatkan Tribunnews pada Kamis (22/4/2021), tujuan adanya addendum SE ini sebagai upaya dalam mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas