Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirut BSI Sebut Prospek Perbankan Syariah Tumbuh Double Digit di 2021

Bank Syariah Indonesia memproyeksikan bahwa prospek perbankan syariah tumbuh positif di tahun 2021.

Dirut BSI Sebut Prospek Perbankan Syariah Tumbuh Double Digit di 2021
Tribunnews/Herudin
Teller Bank Syariah Indonesia (BSI) melayani nasabah di Kantor Cabang BSI, di Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Bank syariah gabungan dari bank syariah milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan BRI Syariah resmi beroperasi mulai 1 Februari 2021 yang dilakukan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Syariah Indonesia memproyeksikan perbankan syariah tumbuh positif di tahun 2021.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi merujuk data OJK mengatakan, industri perbankan syariah akan tumbuh double digit.

Baca juga: Provinsi Aceh Disebut Sokong 8 Persen Pangsa Pasar Syariah Nasional

Sementara itu, secara nasional pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh 2,4 hingga 3,7 persen.

Dari sisi pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga diperkirakan tumbuh 13 hingga 18 persen, sedangkan dari sisi kualitas pembiayaan diproyeksi pada posisi 3 hingga 3,5 persen.

Per Maret 2021 kinerja positif Bank Syariah ditunjukkan dengan posisi aset mencapai Rp 605 triliun, pembiayaan tumbuh 6,52 persen dan penghimpunan dana pihak ketiga 11,58 persen.

Baca juga: KPK Panggil Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Syariah Saparudin

Dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan Non Performing Financing (npf) sebesar 3,29 persen dan efisiensi BOPO pada posisi 78,75 persen.

"Meskipun tumbuh secara bertahap, BSI optimis dengan jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang mencapai 229 juta menjadi kekuatan dan target penetrasi ekonomi syariah yang saat ini masih 6,41 persen," ujar Hery dalam keterangannya, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Buka Lowongan Program ODP Specialist IT, Ini Jadwal dan Persyaratannya

Dirinya melanjutkan, beberapa langkah literasi terus digalakkan diantaranya menggaet serius ekosistem pesantren dan masjid di Indonesia yang mencapai 600 ribu masjid dan 26 ribu pesantren.

Melalui pembiayaan pertashop di lingkungan pesantren, Direksi Mengajar, dan optimalisasi pemberdayaan ekonomi masjid dan ZISWAF dan sinergi dengan BAZNAS untuk penghimpunan zakat.

Strategi BSI untuk menjadi leading Bank Syariah diantaranya dari sisi penguatan SDM yang mencapai lebih dari 15 ribu pegawai dengan mencetak talent-talent berkualitas yang sesuai kompetensi syariah.

Bank Syariah Indonesia optimis bahwa pandemi menjadi sebuah tantangan bagi perbankan syariah untuk berinovasi dan mencari peluang-peluang bisnis syariah yang baru.

"Keberadaan BSI setelah merger tentunya menjadi leading sharia bank yang merealisasikan potensi bisnis halal ekonomi di Indonesia," pungkas Hery.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas