Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kominfo Sebut Faktor Kelalaian Jadi Pemicu Utama Masyarakat Terjebak Aksi Pinjol

Fenomena ini terjadi di banyak kasus dan kurang dari 1 persen masyarakat kita yang membaca syarat dan ketentuan dalam aplikasi apapun, tidak hanya apl

Kominfo Sebut Faktor Kelalaian Jadi Pemicu Utama Masyarakat Terjebak Aksi Pinjol
vestifinance.ru
Ilustrasi pinjaman online 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maraknya praktek pinjaman online oleh oknum Financial Technology atau fintech ilegal masih banyak ditemukan saat ini.

Plt Direktur Pengendalian Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Teguh Arifiadi menyebut masyarakat perlu mewaspadai praktek pinjol ilegal.

Selain itu, jika terpaksa menggunakan jasa pinjol agar tidak sembarangan memberikan akses kepada aplikasi terhadap data-data penting di perangkat mobile-nya, seperti daftar kontak.

Menurut Teguh, kelalaian ini seringkali terjadi sehingga menjadi awal mula permasalahan yang begitu rumit.

Sebagai contoh saat mengakses aplikasi pinjol ilegal, masyarakat mengizinkan aplikasi untuk mengkses daftar kontak yang ada di perangkatnya, sehingga ketika terjadi telat bayar, pelaku pinjol ilegal tersebut biasanya juga akan mengganggu orang-orang yang ada di daftar kontak tersebut.

“Kesalahan masyarakat kita itu tidak pernah membaca syarat dan ketentuan dari aplikasi.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Sebut Perlu UU untuk Menertibkan Pinjol Ilegal

Mereka langsung klik “setuju” saja permintaan aplikasi untuk mengakses data, sehingga akhirnya pemilik aplikasi tersebut bisa mengakses ke mana-mana mulai dari daftar kontak, kamera sampai gambar,” kata Teguh dalam webinar “Mencari Solusi Penanganan Pinjaman Online Ilegal”, Senin (21/6/2021).

Tak hanya itu, apabila ada aplikasi pinjaman online yang meminta persetujuan untuk mengakses lebih dari tiga data pribadi yang dibolehkan yaitu camera, microphone, dan location, dipastikan penyedia layanan pinjol tersebut ilegal.

Sebab aplikasi pinjol atau fintech yang terdaftar di OJK dilarang untuk mengakses daftar kontak di perangkat ponsel peminjam.

Halaman
12
Penulis: Fandi Permana
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas