RI Gunakan Presidensi G20 untuk Majukan Kepentingan Negara Berkembang
RI berkomitmen menggunakan presidensi di tahun 2021 nantinya untuk memajukan kepentingan negara berkembang.
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi memimpin delegasi RI pada KTM Mid-Term Gerakan NonBlok (GNB) telah berlangsung secara virtual pada tanggal 13-14 Juli 2021 di bawah keketuaan Azerbaijan.
Pertemuan tersebut salah satunya membahas kerja sama pemulihan ekonomi.
RI berkomitmen menggunakan presidensi di tahun 2021 nantinya untuk memajukan kepentingan negara berkembang.
“Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 tahun depan untuk memajukan kepentingan negara berkembang," tegas Menlu.
Ia berujar pandemi telah mendorong ratusan juta orang ke jurang kemiskinan dan menghambat kemajuan kita menuju SDG.
Oleh karena itu menurutnya GNB harus bekerja bersama untuk memastikan partisipasi dari negara-negara berkembang dalam arsitektur keuangan internasional.
Baca juga: Menlu Retno dengan Menlu Italia dan Kanada di Roma Bahas Presidensi RI di G20 Tahun 2022
Termasuk mengatasi praktik perdagangan yang tidak adil dan persyaratan donor, serta meningkatkan kemitraan global untuk pembangunan.
“GNB memiliki kekuatan dari segi ukuran dan jumlah negara anggota,” ujarnya.
Baca juga: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan G20 Tahun 2022
Dalam pernyataanya, Menlu RI menyampaikan bahwa GNB masih menghadapi tantangan yang sama sejak berdiri 60 tahun yang lalu.
Yaitu isu-isu mengenai kekuatan besar dunia, ketidaksetaraan, kesenjangan, dan ketidakadilan sosial-ekonomi.
Isu-isu tersebut menjadi lebih rumit dengan adanya berbagai tantangan masa kini.
Oleh karena itu, prinsip-prinsip dan nilai-nilai GNB, termasuk multilateralisme, menjadi semakin relevan.
Namun Menlu meyakinkan bahwa negara GNB dapat menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi pengaruh positif bagi dunia jika semuanya terus bekerja sama dan tetap setia pada Dasasila Bandung.