ASDP Indonesia Ferry Berencana IPO di Pasar Modal, Targetkan Dana Rp 3 Triliun
ASDP Indonesia Ferry menargetkan dana Rp 3 triliun dari pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menargetkan dana Rp 3 triliun dari pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, rencana IPO ini bertujuan untuk mendapatkan dana publik dalam mengembangkan infrastruktur layanan penyeberangan.
Baca juga: Raih Sertifikat Standar Internasional, ASDP Berkomitmen Hadirkan Pelayanan Bermutu
"Kami memerlukan dana sekitar Rp 6 triliun untuk melakukan pengembangan infrastruktur serta juga pelayanan perusahaan, dan diharapkan setengah dana ini bisa didapatkan dengan IPO," kata Ira dalam konferensi pers, Kamis (22/7/2021).
Ira juga mengungkapkan, dalam IPO ini pihaknya juga telah mengumpulkan informasi dari para konsultan untuk mempersiapkan proses IPO ini.
Baca juga: Mau Beli Tiket Kapal Feri ASDP? Kini Bisa Lewat Agen BRILink
"Kami tentunya harus menyiapkan ASDP untuk IPO, karena untuk go public ini ada dua sisi yang harus diperhatikan yaitu dari kemampuan perusahaan dan juga sisi kesiapan market yang ada," ujar Ira.
Sementara itu, menurut Direktur Keuangan ASDP Djunia Satriawan, dana yang didapatkan dari IPO ini tentunya untuk investasi alat produksi di penyeberangan.
"Investasi alat produksi di sektor penyeberangan ini adalah padat modal dan juga long term, jadi kami berpikir untuk mencari suatu founding yang pas dengan profil ASDP merencanakan investasi Rp 6,5 triliun," ucap Djunia.
Selain itu lanjut Djunia, alasan ASDP melakukan IPO di pasar modal ini dapat menjadikan perusahaan mandiri dalam membiayai investasi alat produksi maupun infrastruktur penyeberangan.
"Kami optimis ini adalah langkah positif, dengan IPO kita dapat berkontribusi kepada pemerintah dari dana publik untuk memutar roda investasi," ujar Djunia.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.