Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Perpanjangan PPKM Level 4, Pedagang Warteg: Bagus tapi Bingung karena Tak Ada Pembeli Imbas WFH

Agus menggambarkan, dari 10 rekannya yang menjalankan usaha serupa, tiga di antaranya gulung tikar dan memilih untuk pulang kampung

Perpanjangan PPKM Level 4, Pedagang Warteg: Bagus tapi Bingung karena Tak Ada Pembeli Imbas WFH
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Suasana di Warteg Warmo Tebet Jakarta Selatan yang mulai melayani makan di tempat, Senin (26/7/2021). Aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang berlaku dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 membolehkan warteg untuk melayani makan di tempat selama 20 menit untuk setiap pembeli. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedagang warung makanan khas Tegal (warteg) di Srengseng Jakarta Barat, Agus, menilai aturan baru dalam masa perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus mendatang adalah hal yang positif.

Namun demikian, menurutnya durasi operasional untuk warung yang hingga pukul 20.00 tersebut masih terlalu terbatas.

Agus pun bingung karena aturan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 saat ini masih belum bisa mengembalikan omzetnya yang saat ini anjlok.

Menurutnya hal itu disebabkan karena pelanggannya yang kebanyakan pekerja kantoran harus menjalankan aturan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

"Bagus sih ada keringanan, tapi jam buka warungnya masih sangat terbatas kalau sampai pukul 20.00 WIB.

Baca juga: Homeschooling Entrepreneur Jadi Pilihan Sekolah untuk Jadi Pengusaha di Masa Pandemi

Bingung ya yang beli nggak ada, karena karyawan kantor banyak yang WFH kan," kata Agus ketika dihubungi Tribunnews.com pada Senin (26/7/2021).

Agus mengatakan sejak awal pandemi covid-19 hingga saat ini omzet hariannya turun hingga sekira 75%.

Bahkan, kata dia, omzetnya pun tidak bisa menutupi ongkos operasional harian yang dikeluarkannya.

Itu pun, kata Agus, nasibnya lebih baik dibandingkan rekan-rekannya sesama pedagang warteg.

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas