Kadin: Perlu Upaya Ekstra Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021
Kadin Indonesia melihat kombinasi vaksinasi dan protokol kesehatan mempercepat pemulihan ekonomi dan mengatasi jeratan pandemi.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid menyatakan mendukung penuh proyeksi ekonomi yang dibuat pemerintah meskipun situasi masih dalam ketidakpastian.
“Keinginan mempertahankan pertumbuhan ekonomi (di kuartal III) seperti kuartal II 2021 bisa saja kita lakukan, asalkan ada upaya ekstra," ujar Arsjad dalam keterangannya, Selasa (17/8/2021).
Arsjad menerangkan, salah satu kuncinya mengenai penanganan Covid-19 yang jelas dan terukur.
Dia mengatakan, Kadin Indonesia melihat kombinasi vaksinasi dan protokol kesehatan mempercepat pemulihan ekonomi dan mengatasi jeratan pandemi.
Baca juga: Jokowi: Asumsi Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan 5 Sampai 5,5 Persen
"Kadin Indonesia juga berupaya membantu pemerintah untuk mempercepat target vaksinasi nasional dengan program Vaksinasi Gotong Royong yang merupakan program vaksinasi Covid-19 mandiri yang diinisiasi kalangan swasta agar tidak membebani APBN," ujarnya.
Baca juga: Dua dari 6 Fokus Utama APBN 2022: Pengendalian Covid-19 dan Infrastruktur
Arsjad mengatakan Kadin Indonesia mengikuti optimisme Presiden Joko Widodo (Jokowi) pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 mencapai angka 5% sesuai pertumbuhan kuartal II 2021.
Baca juga: PKS: Pemimpin Kita Krisis Keteladanan, Atas Nama Pancasila, Unsur Kekuasaan Menstigma Anti NKRI
Namun, Arsjad mengingatkan agar pemerintah tetap mengutamakan untuk mengedepankan program pemulihan kesehatan sebagai kunci kebangkitan ekonomi.
“Sesuai prinsip Kadin Indonesia pemerintah harus menjalankan segitiga kebijakan dalam situasi pandemi, yakni kesehatan dipulihkan, roda ekonomi berjalan dan perlindungan sosial diutamakan," ujarnya.
Perpanjangan PPKM misalnya, Kadin Indonesia atau dunia usaha menerima karena itu pasti diperhitungkan secara matang.
Namun menurutnya, pemerintah juga harus mempertimbangkan sektor seperti manufaktur dan ritel untuk dibuka sepenuhnya dengan syarat protokol kesehatan dijalankan secara ketat dan vaksinasi seluruh pekerjanya dijalankan.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.