Tribun Bisnis

Produk UMKM Indonesia Didorong Masuk Marketplace Global

LPEI mendorong produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tanah air masuk ke global marketplace, seperti Alibaba. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Produk UMKM Indonesia Didorong Masuk Marketplace Global
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung melihat-lihat produk yang dipamerkan pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2021 di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (2/4/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendorong produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tanah air masuk ke global marketplace, seperti Alibaba

Direktur Pelaksana II LPEI Maqin Noorhadi mengatakan, tantangan pandemi tidak menghalangi LPEI menciptakan eksportir baru dengan memberikan pendampingan agar para produk UKM siap untuk diunggah ke global marketplace

"Tercatat 353 produk Indonesia dari berbagai komoditas, termasuk tekstil telah diunggah di Alibaba dengan harapan adanya pertemuan dengan buyer pada platform tersebut,” papar Maqin, Rabu (19/8/2021).

Program yang dijalankan LPEI seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, desa devisa yang merupakan program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding. 

Baca juga: Marketplace Goorita Pasarkan Produk Kuliner dan Kosmetik Lokal ke Pasar Internasional

Satu contoh UKM yang memanfaatkan program pelatihan dari LPEI adalah Andri Setyawan yang merupakan CEO dari CV Pria Tampan, UKM ekspor batik asal Solo.

Baca juga: Ini Lima Produk Elektronik Paling Laku di Platform E-Commerce Tokopedia

Andri mengaku, aktivitas bisnis pada saat ini dihadapi situasi yang kurang baik karena adanya pandemi Covid-19, tetapi pelaku usaha harus tetap optimis. 

Baca juga: Usung Konsep B2B, Marketplace Ralali Ajak Berwirausaha Lewat Bisnis MRO Sampai Horeca

"Pelaku usaha juga harus memanfaatkan segala bantuan yang diberikan pemerintah seperti saya juga telah memanfaatkan program Penugasan Khusus Ekspor UKM dari LPEI. Bantuan tersebut sangat membantu dalam menjalankan usaha khususnya ditengah situasi seperti ini,” ujar Andri. 

Optimisme CV Pria Tampan menunjukkan hasil yang positif,  per April 2021 mampu melakukan pengiriman kain batik ke luar negeri sebanyak tujuh kontainer atau senilai 220 ribu dolar AS, dari sebelumnya  hanya lima kontainer atau senilai 160 ribu dolar AS. 

Selama tiga tahun terakhir, mayoritas negara tujuan dari UKM asal Solo ini adalah Kanada dan Amerika Serikat.

Bulir-bulir putih yang timbul pada kain batik yang berasal dari proses pewarnaan kain merupakan ciri khas yang membuatnya diminati oleh pasar mancanegara.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas