Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

50 IKM Tenun di NTT Terima Mesin dan Peralatan dari Kemenperin

Nilai ekspor industri tekstil dan pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai 10,62 miliar dolar AS.

50 IKM Tenun di NTT Terima Mesin dan Peralatan dari Kemenperin
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI - Pekerja sedang melakukan proses menenun di Sumber Sandang Tenun, Dusun Jalinan, Desa Kedungan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Tribun jateng/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian memberikan peralatan dan mesin tenun kepada 50 Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Nusa Tenggara Timur berupa satu set alat tenun gedogan yang terdiri dari alat tenun, pemidang ikat, penggulung benang dan pemidang hani.

Penerima fasilitasi ini sebanyak 50 pelaku IKM tenun yang berasal dari 10 kabupaten di NTT, dengan masing-masing kabupaten mengirimkan lima perajin.

Para perajin IKM tenun tersebut berasal dari Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, Alor, Kupang, Malaka, Lembata, Belu, Timor Tengah Selatan dan Flores.

Baca juga: Cerita Ensikei Tenun Bertahan Saat Pandemi Berkat Bantuan PLN

Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, optimistis kegiatan fasilitasi mesin dan peralatan ini dapat berdampak positif terhadap upaya pengembangan IKM tenun di NTT agar lebih berdaya saing tinggi.

Baca juga: Kisah Behaestex, dari Usaha Tenun Kecil di Gresik Kini Jadi Penguasa Pasar Sarung

"Sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar di NTT hingga memacu pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Reni Yanita, Senin (30/8/2021).

IKM tenun yang merupakan bagian dari sektor industri tekstil dan pakaian jadi, memiliki peran penting dalam membangun perekonomian nasional sebagai penyerap tenaga kerja dan penghasil devisa.

Sektor ini masih menjadi andalan pemerintah dalam memacu kinerja industri pengolahan non-migas.

"Kami menyadari tenun merupakan salah satu komoditas yang mampu menggerakan perekonomian masyarakat di NTT. Beragam motif dari setiap Kabupaten dan Kota menjadi potensi yang harus dimaksimalkan, sebagai salah satu penunjang Provinsi NTT sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar," tutur Reni.

Meskipun industri TPT mengalami kontraksi pertumbuhan 4,54 persen pada triwulan II tahun 2021 karena imbas dampak pandemi Covid-19, yang membuat permintaan domestik menjadi kurang baik.

Namun demikian, industri tekstil dan pakaian jadi masih sebagai salah satu sektor andalan ekonomi nasional.

Sektor industri tekstil dan pakaian berkontribusi terhadap PDB industri pengolahan non-migas di tahun 2020 sebesar 6,76 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor industri tekstil dan pakaian jadi sepanjang tahun 2020 mencapai 10,62 miliar dolar AS.

Sedangkan pada periode Januari-Juni 2021, ekspor industri tekstil dan pakaian jadi menembus angka 5,86 miliar dolar AS.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas