Tribun Bisnis

Adaptasi Pandemi, Bisnis UMKM Disarankan Segera Bermigrasi ke Platform Digital

Pelaku bisnis UMKM diajak bermigrasi bisnis ke platform digital untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku belanja masyarakat dari offline ke online

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Choirul Arifin
Adaptasi Pandemi, Bisnis UMKM Disarankan Segera Bermigrasi ke Platform Digital
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung melihat-lihat produk UMKM yang dipamerkan pada Pekan Kerajinan Jawa Barat 2021 di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (2/4/2021). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diajak bermigrasi bisnis ke platform digital untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku belanja masyarakat dari offline ke online karena pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, migrasi para pelaku usaha menuju digital merupakan hal yang wajib. 

"Digitalisasi merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan akan surutnya bisnis UMKM imbas pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat," kata Ridwan Kamil, Rabu (8/9/2021).

Salah satu upaya pemerintah membantu para pelaku usaha, termasuk UMKM lokal dari industri makanan dan minuman hingga fesyen, dengan mengakselerasi adopsi platform digital seperti pasar daring atau marketplace.

Baca juga: UMKM Didorong Miliki Literasi Digital Lewat Gerakan Nasional Siberkreasi

Contohnya lewat Tokopedia Nyam, kampanye yang menggandeng penjual makanan dan minuman yang digagas Tokopedia. 

Baca juga: Erick Thohir Ajak UMKM Naik Kelas Lewat Pasar Digital

Dimsum 49 adalah salah satu UMKM yang telah merasakan peningkatan transaksi hingga hampir 2 kali lipat sejak mengikuti kampanye tersebut. 

Baca juga: Bank Indonesia Diminta Kaji Kembali Aturan Minimal Pembiayaan ke UMKM

Bahkan, Dimsum 49 kini bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 200 karyawan dan menambah penghasilan bagi sekitar 3 ribu reseller yang mayoritas ibu rumah tangga dan karyawan yang terdampak pandemi.

Baca juga: Lima Negara Ini Minati Busana Muslim Buatan UMKM Indonesia

Sejumlah UMKM fesyen lokal, termasuk dari Bandung, juga memanfaatkan Tokopedia untuk beradaptasi di tengah pandemi lewat Gerakan Bersebelas Melangkah Bareng.

Transaksi salah satu UMKM Bandung yang mengikuti kampanye tersebut, NOKHA, meningkat hampir 2,5 kali lipat lewat Tokopedia. Brodo, contoh UMKM Bandung lainnya, mencatatkan peningkatan transaksi hampir 5,5 kali lipat.

Pemkot Bandung juga telah bekerja sama dengan Blibli untuk membantu pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19 dengan menyediakan laman khusus Pasar Kreatif Bandung.

Inisiatif ini diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Bandung dengan meningkatkan konsumsi terhadap produk lokal buatan para pelaku UMKM.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas