Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Menperin: Pertumbuhan Konsumsi Garam Naik 7 Persen Per Tahun, Impor Masih Tinggi

Pengguna garam terbesar dari sektor industri adalah petrokimia, kerta, aneka pangan, farmasi dan kosmetik, dan pertambangan minyak. 

Menperin: Pertumbuhan Konsumsi Garam Naik 7 Persen Per Tahun, Impor Masih Tinggi
YouTube
Petani garam 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, garam merupakan komoditas strategis yang penggunaan sangat luas. Pertumbuhan penggunaannya juga cukup tinggi. 

“Rata-rata lima hingga tujuh persen per tahun,” ujar Agus dalam webinar “Industrialisasi Garam Nasional Berbasis Teknologi” yang diselenggarakan Forum Diskusi Ekonomi dan Politik (FDEP) bersama SBE-UISC, Jumat (24/9/2021).

Pengguna garam terbesar dari sektor industri adalah petrokimia, kerta, aneka pangan, farmasi dan kosmetik, dan pertambangan minyak. 

Industri CAP membutuhkan hingga 2,4 juta ton per tahun. Pada 2021, total kebutuhan nasional mencapai 4,6 juta ton. Sementara, data BPS menunjukkan produksi garam nasional tidak sampai 1,5 juta ton.

Baca juga: Kadin Gandeng Kabupaten Pesawaran Tingkatkan Potensi Garam Industri dan Pariwisata Pulau Legundi

Indonesia masih harus mengimpor garam dengan nilai hingga 97 juta dollar AS pada 2020. Dengan bahan baku itu, industri pengguna garam mengekspor dengan nilai 47,9 miliar dollar AS. Industri pengguna garam salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah pandemi. 

Baca juga: Kualitas Garam Malaka Memenuhi Syarat Jadi Garam Industri

“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya industri pengguna garam,” ucap Agus Gumiwang.

Kementerian Perindustrian telah berusaha mendorong peningkatan penggunaan garam nasional. Pada 2021, Kementerian Perindustrian berharap industri nasional bisa menyerap hingga 1,5 juta ton garam nasional.

Garam industri paling tidak harus punya kadar kemurnian 97 persen. Di sektor farmasi dan kosmetik, kadar kemurnian malah paling rendah 99 persen. Sementara kadar garam dalam negeri masih di bawah 90 persen. 

“Banyak masalah kalau menggunakan garam tidak sesuai standar,” kata Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Hermawan Prajudi.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas