Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Di Tengah Ancaman Krisis, Litedex.io Pede Hadirkan Fitur Swap Terdesentralisasi

Dengan mengadopsi sistem desentralisasi, transaksi perdagangan aset digital di litedex.io akan dikendalikan secara otomatis dijalankan kontrak pintar.

Di Tengah Ancaman Krisis, Litedex.io Pede Hadirkan Fitur Swap Terdesentralisasi
Istimewa
CEO Litedex.io Andrew Suhalim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badai krisis yang sedang dialami oleh perusahaan raksasa real estate Tiongkok, Evergrande, membuat mayoritas mata uang kripto menjadi rontok.

Dilansir Forbes, aksi jual aset kripto yang begitu masif dalam beberapa hari terakhir, disebabkan karena munculnya kekhawatiran The Evergrande Group gagal membayar utang yang bisa berdampak pada pelemahan ekonomi Tiongkok.

Meski aset kripto sudah mulai rebound, namun masih membuat para investor waspada.

Di tengah ancaman badai krisis di Negeri Tirai Bambu dan masih tingginya volatilitas nilai aset kripto, perusahaan startup karya anak bangsa berorientasi global, Litedex.io justru optimistis dengan menghadirkan fitur swap terdesentralisasi.

CEO Litedex.io, Andrew Suhalim mengatakan, sebagai platform decentralized exchange, Litedex.io mengusung konsep dari blockchain, yaitu desentralisasi.

“Dengan mengadopsi sistem desentralisasi, maka transaksi perdagangan aset digital di litedex.io akan dikendalikan secara otomatis yang dijalankan oleh kontrak pintar atau smart contract,” kata Andrew dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: China Nyatakan Seluruh Transaksi Kripto adalah Ilegal, Harga Bitcoin Terjun Bebas

Baca juga: Transaksi di Pasar Saham Meningkat Signifikan, IHSG Naik 0,63 Persen Dalam Sepekan

Dengan kata lain, tambah Andrew, transaksi pertukaran aset kripto dipegang langsung oleh setiap user di wallet pribadi dan tidak melibatkan pihak ketiga dalam penyimpanan aset digital tersebut.

“Skema desentralisasi ini menjadi sebuah opsi tambahan untuk pasar cypto di Indonesia, yang lebih banyak menggunakan sistem sentralisasi,” tambahnya.

Baca juga: Tak Perlu Lagi Kartu Kredit, Transaksi di App Store Sekarang Bisa Pakai GoPay

Sebagai platform decentralized exchanged, litedex.io mengadopsi blockchain popular dunia, seperti Binance Smart Chain (BSC).

“Strategi ini akan membuat ekosistem pasar litedex.io akan semakin besar karena berorientasi global,” katanya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas