Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pakai Pertamax, Ikut Dukung Komitmen Pemerintah di Perjanjian Paris

Penggunaan BBM nilai oktan tinggi seperti Pertamax dinilai sebagai keharusan untuk mengurangi makin memburuknya kualitas udara di kota-kota besar.

Pakai Pertamax, Ikut Dukung Komitmen Pemerintah di Perjanjian Paris
HANDOUT
Petugas SPBU Pertamina mengisikan bahan bakar minyak jenis Pertamax ke kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ajakan kepada masyarakat agar beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan bisa menjadi bentuk dukungan pada komitmen Pemerintah RI di Perjanjian Paris atau Paris Agreement.

Perjanjian Paris dikenal dengan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change memuat komitmen sejumlah negara pada upaya pengendalian perubahan iklim.

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, menggunakan bahan bakar ramah lingkungan penting untuk mengurangi dampak daripada emisi gas rumah kaca.

"Seperti program pemerintah dalam komitmen Paris Agreement," ujar Mamit saat dihubungi Tribunnews, Jumat (24/9/2021).

Penggunaan BBM dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) tinggi seperti Pertamax, dinilai sebagai keharusan untuk mengurangi makin memburuknya kualitas udara di kota-kota besar.

Baca juga: Beralih ke BBM Oktan Tinggi, Kunci Indonesia Kejar Standar Euro IV

Mamit mengatakan penggunaan BBM oktan tinggi akan membuat kualitas udara lebih baik. Dengan menggunakan BBM RON tinggi, maka kinerja dan pembakaran mesin menjadi lebih sempurna. Dampaknya kompresi mesin menjadi lebih tinggi dan akselerasi menjadi lebih bagus.

Baca juga: Jangan Sembarangan! Ternyata Kualitas BBM Pengaruhi Usia Pakai Busi Kendaraan

"Misalnya, Pertamax karena dengan menggunakan RON yang lebih tinggi ini secara otomatis pembakaran mesin jadi lebih sempurna, kinerja mesin jauh lebih baik," tutur Mamit.

Pembakaran yang dihasilkan jauh lebih baik, hal tersebut akan berpengaruh terhadap gas buang yang dihasilkan dari BBM RON yang lebih tinggi dibandingkan dengan BBM yang ron jauh lebih rendah seperti Premium dan Pertalite.

Baca juga: Meski Lebih Mahal, BBM RON Tinggi Ternyata Bikin Biaya Servis Kendaraan Lebih Hemat!

"Aturan KLHK sendiri mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi, minimal RON 92 ke atas untuk dalam rangka kita komitmen pemerintah menjalankan Paris Agreement," imbuhnya.

Dengan menggunakan BBM RON tinggi, praktis kerja mesin akan semakin lebih bagus, jarak tempuh semakin jauh, dan perawatan mesin jauh lebih mudah. "Sehingga membantu dan menghemat pengeluaran masyarakat, serta mengurangi pencemaran lingkungan," ucap Mamit.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas