Tribun Bisnis

Menteri Bahlil Sebut Papua Jadi Lokasi Alternatif Pengembangan Pabrik Pupuk

Bahlil Lahadalia, mendukung rencana investasi proyek pengembangan pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Papua.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menteri Bahlil Sebut Papua Jadi Lokasi Alternatif Pengembangan Pabrik Pupuk
Tangkap layar channel YouTube BKPM TV - Invest Indonesia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, mendukung rencana investasi proyek pengembangan pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Papua.

Dirinya menyebut, rencana pengembangan pabrik ini menjadi angin segar untuk iklim investasi di kawasan timur Indonesia.

Dikatakan Bahlil, Pupuk Kaltim memiliki komitmen kuat untuk mendorong kemajuan pembangunan kawasan timur Indonesia, dengan tetap konsisten memilih Papua untuk pengembangan pabrik.

“Dengan rencana pembangunan pabrik ini, keberlanjutan pembangunan di Papua bisa kita lakukan melalui jalur investasi,” kata Bahlil dalam keterangannya, Rabu (29/9/2021).

Kementerian Investasi/BKPM merekomendasikan Kabupaten Fakfak sebagai lokasi alternatif proyek investasi pabrik Pupuk Kaltim, termasuk rencana lokasi yang akan dikembangkan untuk kawasan industri Perusahaan yang kini dalam tahap peninjauan.

Baca juga: Lewat Inovasi Ini Pupuk Kaltim Ciptakan Efisiensi dan Minimalkan Emisi Gas Amoniak

Seluruh kajian investasi dan rencana pengembangan industri yang akan dilakukan Pupuk Kaltim telah disetujui dan tinggal menunggu proses lanjutan terkait perizinan dan sebagainya.

“Pupuk Kaltim di bawah koordinasi Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim, Bapak Hanggara Patrianta, telah meninjau beberapa lokasi yang memiliki kelayakan untuk dibangunnya pabrik Pupuk Kaltim,” ucap Bahlil.

“Fakfak menjadi lokasi alternatif untuk pengembangan pabrik Pupuk Kaltim di Papua. Ini merupakan bentuk kesungguhan Pupuk Kaltim yang harus kita sambut dengan baik,” lanjutnya.

Baca juga: Komitmen Pupuk Kaltim untuk Kembangkan Potensi Mangrove di Bontang

Dirinya mengimbau masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk turut aktif mendukung rencana investasi Pupuk Kaltim, agar kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua mampu dicapai dengan terbukanya peluang di berbagai sektor.

Terlebih jika Bandara Siboru yang juga ditarget rampung pada 2022 mendatang mulai beroperasi, diyakini Bahlil semakin menarik minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Fakfak.

“Ini investasi yang sangat besar, mencapai puluhan triliun Rupiah. Saya minta dukungan masyarakat serta Pemerintah agar mensukseskan investasi Pupuk Kaltim, sehingga Papua ke depan semakin maju dan berkembang,” katanya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas