Tribun Bisnis

Indonesia Dapat Dukungan Pemerintah AS Ciptakan Ekosistem Ketenagakerjaan

Ida Fauziah menyatakan, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Indonesia Dapat Dukungan Pemerintah AS Ciptakan Ekosistem Ketenagakerjaan
ist
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dengan Wakil Duta Besar AS Michael F. Kleine saat konferensi nasional. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan, pemerintah menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan dan kewirausahaan yang inklusif.

Menurutnya, inklusivitas menjadi mandat konstitusi.

“Salah satu hal yang harus ditingkatkan adalah, memberikan akses seluas-luasnya bagi kelompok rentan seperti pemuda miskin, perempuan dan orang dengan disabilitas untuk mendapatkan pelatihan skill sehingga memiliki kesempatan mendapatkan pekerjaan yang baik, atau berwira usaha,” kata Menteri Ida dalam konferensi nasional ketenagakerjaan, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Menimbang Risiko dan Manfaat Utang saat Pandemi

Ida menjelaskan pemerintah Indonesia juga mendapat dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID)

“Semoga sinergisitas ini dapat berlanjut dalam memperkuat isu ketenagakerjaan inklusif di Indonesia,” urainya.

Wakil Duta Besar AS Michael F. Kleine mengucapkan selamat kepada Indonesia atas pencapaian Indonesia baru-baru ini dalam mengembangkan ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Meskipun perekonomian nasional Indonesia telah tumbuh selama dua dekade terakhir, pertumbuhan ini belum dirasakan secara merata oleh semua anggota masyarakat.

Baca juga: Menaker: Pengawasan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Paripurna

Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID telah memperbaiki kondisi kerja bagi kelompok masyarakat miskin dan marginal.

USAID bermitra dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membekali anak muda dari kelompok rentan dan berpenghasilan rendah dengan keterampilan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai potensi penuh mereka serta berkontribusi pada perekonomian Indonesia.

“Dengan keterampilan dan berbagai dukungan, mereka siap bersaing di pasar kerja abad ke-21,” ucap Kleine.

Baca juga: Menaker Upayakan Calon PMI Dapat Kuota Kartu Prakerja

USAID akan terus meningkatkan kapasitas institusi pendidikan tinggi dan lembaga pelatihan keterampilan dalam menyelaraskan kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha.

Hingga saat ini, lebih dari 1.200 perusahaan Indonesia telah mengikuti pelatihan pengembangan ketenagakerjaan yang didanai oleh Pemerintah AS.

Lebih dari 44.000 perempuan dan 300 karyawan penyandang disabilitas telah mendapatkan manfaat dari peluang ini.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas