Tribun Bisnis

Asia dan Eropa Sudah, Amerika Serikat Kini Dibayangi Krisis Energi

Krisis energi yang terjadi di Eropa dan Asia diperkirakan akan merembet ke Amerika Serikat (AS).

Editor: Hendra Gunawan
Asia dan Eropa Sudah, Amerika Serikat Kini Dibayangi Krisis Energi
Kompas/Heru Sri Kumoro
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM -- Krisis energi yang terjadi di Eropa dan Asia diperkirakan akan merembet ke Amerika Serikat (AS).

Para pelanggan listrik di negeri Paman Sam tersebut telah diperingatkan

tentang kenaikan harga musim dingin dan dana lindung nilai energi memperingatkan potensi kekurangan gas oleh perusahaan listrik.

Ernie Thrasher, chief executive officer Xcoal Energy & Resources LLC, mengatakan eksekutif utilitas telah mengatakan kepadanya bahwa mereka cemas bahwa kekurangan bahan bakar musim dingin ini dapat memicu pemadaman.

Baca juga: Krisis Energi di Singapura Kian Menjadi, Penyedia Listrik Bertumbangan

"Utilitas ini khawatir aset yang mereka miliki tidak bisa mendapatkan bahan bakar yang cukup," kata Thrasher dalam sebuah wawancara seperti dikutip Bloomberg.

"Ada orang-orang dengan otoritas tinggi di utilitas besar yang sangat prihatin."

Dia menolak menyebutkan nama perusahaan, mengatakan mereka datang dari hampir setiap wilayah di AS.

Pemulihan ekonomi global dari pandemi telah mendorong permintaan listrik, memicu kelangkaan dan harga gas alam yang lebih tinggi, terutama di Asia.

Itu mendorong utilitas untuk menggunakan lebih banyak batu bara, yang akibatnya juga sekarang kekurangan pasokan di seluruh dunia.

Utilitas AS beralih dari gas dan diperkirakan akan membakar sekitar 23 persen lebih banyak batu bara tahun ini.

Baca juga: Berkah di Balik Krisis Energi Dunia, Nilai Ekspor Mengalami Surplus

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas