Tribun Bisnis

Mantan Menkeu: Sudahlah Cut Loss Saja Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Fuad Bawazier mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengizinkan dana APBN dapat digunakan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Muhammad Zulfikar
Mantan Menkeu: Sudahlah Cut Loss Saja Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengizinkan dana APBN dapat digunakan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ia menyebut, seharusnya proyek kereta cepat dihentikan sejak saat ini saja, karena tidak menguntungkan. 

"Kereta cepat itu kalau saya cenderung sudahlah cut loss (potong kerugian) saja, kenapa? Biar masing-masing sesuai dengan sharenya, 60 persen pihak China, atau 60 persen kita," papar Fuad secara virtual, Rabu (20/10/2021).

"Masing-masing pikul cut loss yang ada sekarang. Ini kan sudah jadi bahan kritikan lama, rugi dong, ya rugi namanya juga cut loss," sambung Fuad. 

Menurutnya, jika proyek ini diteruskan maka akan menambah jumlah kerugian yang semakin besar ke depannya, baik investor maupun negara. 

"Kerugiannya ini nanti berkepanjangan, karena apa? Nanti bayar bunga, pokok utangnya, tidak akan terbayar. Lalu bebani APBN juga karena operasionalnya kemungkinan besar tidak akan tertutup," tuturnya.

Baca juga: Ekonom Faisal Basri Minta Pemerintah Hentikan Proyek Kereta Cepat, Food Estate, dan Ibu Kota Baru

Melihat kondisi tersebut, Fuad pun  meminta pemerintah tidak perlu mengucurkan dana untuk proyek tersebut yang bersumber dari APBN.

"Sudahlah tutup saja dari sekarang. Cut lossnya itu. Jadi berpikirnya seperti itu, jangan nekad nanti malah rugi, kebutuhannya juga tidak ada yang mendesak," ujar Fuad.

Aktivitas pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (5/6/2021). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hingga kini, progres pembangunan proyek dengan nilai investasi 6,07 miliar dollar AS itu sudah mencapai 74 persen. dan akan mulai menjalankan uji coba pada November 2022 dan beroperasi secara komersial pada 2023 mendatang. Tribunnews/Jeprima
Aktivitas pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (5/6/2021). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Hingga kini, progres pembangunan proyek dengan nilai investasi 6,07 miliar dollar AS itu sudah mencapai 74 persen. dan akan mulai menjalankan uji coba pada November 2022 dan beroperasi secara komersial pada 2023 mendatang. Tribunnews/Jeprima (TRIBUNNEWS/Jeprima)

Pemerintah Gelontorkan Rp 4,3 Triliun PMN

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas