Tribun Bisnis

PPKM Dilonggarkan, Pengelola Pusat Perbelanjaan Targetkan Pengunjung Mal Naik 50 Persen

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut baik kebijakan pelonggaran yang diberikan pemerintah.

Editor: Muhammad Zulfikar
PPKM Dilonggarkan, Pengelola Pusat Perbelanjaan Targetkan Pengunjung Mal Naik 50 Persen
Tribunnews/Herudin
Suasana pengunjung di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2021). PPKM Dilonggarkan, Pengelola Pusat Perbelanjaan Targetkan Pengunjung Mal Naik 50 Persen 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah memberikan kelonggaran terhadap operasional mal dan pusat perbelanjaan selama masa Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai wilayah di Indonesia.

Kebijakan tersebut seiring dengan semakin pulih dan terkendalinya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyambut baik kebijakan pelonggaran yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, pelonggaran-pelonggaran tersebut sudah sangat lama dinantikan oleh pelaku usaha pusat perbelanjaan terutama untuk bisa mendorong tingkat kunjungan sehingga ujungnya dapat menggerakkan kembali pertumbuhan ekonomi.

"Kami tentu menyambut baik atas pelonggaran yang telah diputuskan pemerintah. Dan tentu ini yang kami nantikan sehingga industri mal dan pusat perbelanjaan bisa pulih dan kembali normal," kata Alphonzus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Alphonzus menjelaskan dengan pelonggaran ini, maka tingkat kunjungan ke mal dan pusat perbelanjaan diperkirakan naik beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Pelonggaran PPKM Jawa-Bali: Tempat Permainan Anak di Mal Diperbolehkan untuk Buka

Hingga akhir tahun, kenaikannya ditargetkan mencapai rata-rata 50 persen.

"Diharapkan bisa mencapai rata-rata 50 persen sampai dengan akhir tahun 2021 nanti," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, pusat perbelanjaan juga akan menutup sementara waktu jika pengunjung yang datang sudah sesuai dengan kapasitas yang telah dipersyaratkan.

Pusat Perbelanjaan memiliki sistem untuk menghitung jumlah pengunjung dan memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang dapat diterapkan sewaktu-waktu jika ada indikasi ataupun terdeteksi jumlah pengunjung akan melebihin kapasitas maksimal yang diperbolehkan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas