Tribun Bisnis

Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, tidak akan ada kenaikan tarif listrik, meski saat ini dunia tengah dilanda krisis energi

Editor: Muhammad Zulfikar
Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir 2021
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menyelesaikan pemasangan meteran listrik sebagai proyek LIStrik deSA (LISSA) di Desa Bukit Merdeka di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kamis (26/4/2018). Pemerintah Jamin Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir 2021 

Singapura Krisis Energi

Krisis energi di Singapura semakin menjadi, akibatnya pemerintah setempat pun akan mengambil tindakan.

Regulator energi negara tetangga itu bakal meningkatkan cadangan gas dan menginvertensi pasar listrik grosir sebagai dampak lonjakan harga bahan bakar.

Financial Review memberitakan, Selasa lalu pengecer listrik Best Electricity gulung tikar karena "kondisi volatil yang tidak terduga".

Baca juga: Singapura Krisis Energi, Diduga Gara-gara Indonesia, Ini penyebabnya

Karena kondisi semakin 'genting' pada hari itu juga Otoritas Pasar Energi (EMA) Singapura membatasi penjualan kelebihan gas oleh perusahaan pembangkit listrik (Gencos) karena berupaya meningkatkan keamanan energi di negara-kota, di mana 95 persen listrik dihasilkan dari gas alam impor.

Permintaan listrik Singapura melambung, hal ini dibarengi dengan meroketnya biaya produksi tenaga listrik.

Selain Best Electricity, dua pengecer lain telah "mengibarkan bendera putih" minggu lalu, termasuk iSwitch, pemain independen terbesar dan pelanggan yayasan potensial untuk proyek Sun Cable Australia.

Konsumen Singapura telah mendapat manfaat dari tagihan listrik yang lebih murah dan kontrak harga tetap sejak pasar dibuka pada tahun 2018, tetapi dalam beberapa bulan terakhir pengecer telah berjuang untuk menyerap kenaikan tarif di pasar grosir.

Menurut EMA, volatilitas ini adalah hasil dari rekor harga gas alam cair, permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya, dan masalah yang mempengaruhi pasokan gas alam yang disalurkan dari Indonesia.

“Masalah produksi hulu di lapangan gas West Natuna Indonesia telah mengakibatkan penurunan produksi, yang kemungkinan akan berlangsung hingga akhir 2021,” catat EMA.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas