Tribun Bisnis

Virus Corona

Vaksin Moderna Produksi Samsung Biologics Kantongi Sertifikasi Good Manufacturing Practice

Pemerintah Korea Selatan menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin Moderna untuk pencegahan Covid-19 yang diproduksi Samsung Biologics.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Vaksin Moderna Produksi Samsung Biologics Kantongi Sertifikasi Good Manufacturing Practice
Nikkei/Samsung Biologics
Pemerintah Korea Selatan menyetujui penggunaan darurat untuk vaksin Moderna untuk pencegahan Covid-19 yang diproduksi Samsung Biologics. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) memberikan persetujuan penggunaan darurat untuk vaksin Moderna untuk pencegahan Covid-19 yang diproduksi Samsung Biologics.

Pernyataan ini disampaikan Kementerian Kesehatan Korsel pada Selasa waktu setempat.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (26/10/2021), Moderna telah setuju untuk mendistribusikan 2,44 juta dosis vaksin yang diproduksi oleh Samsung ke Korsel.

Ini setelah fasilitas vaksin Covid-19 Samsung pada Senin kemarin memperoleh sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP) dari Kementerian Keeamanan Obat negara itu.

Samsung telah menandatangani kesepakatan 'isi dan selesaikan' dengan Moderna pada Mei lalu.

Jenis kontrak ini termasuk memasukkan vaksin ke dalam botol atau jarum suntik, menyegelnya dan mengemasnya untuk pengiriman, namun tidak untuk membuat vaksin itu sendiri.

Baca juga: WHO Pelajari Data Swedia dan Denmark Soal Efek Samping Vaksin Moderna

"Pabrik belum mendapatkan persetujuan dari regulator Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk mengirimkan vaksin ke luar negeri," kata Samsung.

Baca juga: Ilmuwan FDA: Tidak Perlu Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Moderna untuk Hadapi Varian Delta

Pada Mei lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan ia dan Presiden Korsel Moon Jae-in telah menyetujui kemitraan komprehensif tentang vaksin Covid-19.

Korsel mengatakan vaksin Moderna yang diproduksi oleh Samsung akan digunakan secara luas pada kuartal tahun ini, termasuk sebagai suntikan penguat (booster) bagi kelompok yang berisiko tinggi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas