Tribun Bisnis

Industri Maritim Dinilai Perlu Pengembangan Digitalisasi untuk Meningkatkan Daya Saing

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menilai industri maritim dinilai perlu pengembangan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hendra Gunawan
Industri Maritim Dinilai Perlu Pengembangan Digitalisasi untuk Meningkatkan Daya Saing
PIS
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menilai industri maritim dinilai perlu pengembangan digitalisasi untuk meningkatkan daya saing.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pengembangan digitalisasi pada sektor industri maritim tentu sangat diperlukan.

"Peningkatan industri logistik maritim akan membutuhkan perubahan dan peningkatan transparansi antara industri pelabuhan, perkapalan, dan pendukungnya yang dapat difasilitasi oleh platform multimoda digital," ujar Arsjad dalam Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Minggu (31/10/2021).

Baca juga: Solusi Digital Bank Mandiri Mendorong Pertumbuhan Bisnis Sektor Pelabuhan

Ia juga mengungkapkan, hal itu penting dilakukan karena saat ini urbanisasi yang tumbuh di seluruh Indonesia, di mana sebagian besar pertumbuhan didorong oleh kota-kota di luar Jawa menyebabkan meningkatnya permintaan logistik, termasuk pelayaran dan kepelabuhanan.

"Pertumbuhan urbanisasi ini membutuhkan logistik dan infrastruktur tambahan untuk menghubungkan antar pulau mendukung tren e-commerce yang terus berkembang," kata Arsjad.

Namun, lanjut Arsjad, lambanya proses logistik di Indonesia menjadikan biaya logistik sangat tinggi. Lambatnya proses juga menyebabkan penumpukan, karena lebih dari 30 persen arus barang Indonesia berpusat di Jakarta dan banyak parkir di JICT.

Baca juga: Selundupkan Narkoba di Pelabuhan Bakauheni, 19 Orang Ditangkap dan Seorang Ditembak Mati

Menurutnya, masalah utama yang menghambat beralihnya pengiriman darat ke laut jarak pendek adalah tingginya biaya transportasi laut, lamanya waktu untuk transportasi darat ke kapal, variabilitas waktu transportasi laut yang tinggi dan kurangnya fleksibilitas pengiriman.

"Maka dari itu, peningkatan industri logistik maritim akan membutuhkan perubahan dan peningkatan transparansi antara industri pelabuhan perkapalan dan pendukungnya yang dapat difasilitasi oleh perform multimoda digital," ujar Arsjad.

Arsjad juga menjelaskan, ada strategi dalam upaya mendukung.industri perkapalan dan logistik maritim di Indonesia.

Pertama kemitraan antar pemain publik dan swasta untuk menciptakan platform logistik multimoda digital untuk menciptakan transparansi dalam sistem.

Baca juga: INSA Harap Jokowi Batasi Masuknya Investasi Asing di Sektor Perkapalan

Kedua, integrasi data dari semua pemangku kepentingan terkait di sektor swasta dan publik untuk menciptakan pandangan holistik dan semua hal yang terkait dengan logistik.

Ketiga, mendorong pengembangan teknologi logistik digital misalnya melalui program pendampingan dan peningkatan daripada akses pendanaan.

Keempat, merekomendasikan perubahan peraturan yang diperlukan untuk memungkinkan berbagi informasi yang diperlukan antara sektor publik dan swasta.

Kelima, pengembangan jaringan informasi dan Telekomunikasi untuk transportasi laut untuk memungkinkan digitalisasi

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas