Tribun Bisnis

Kemenkes Sayangkan Harga Rokok di Indonesia Masih Murah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut harga rokok masih tergolong murah, sehingga perokok di dalam negeri masih besar

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Muhammad Zulfikar
Kemenkes Sayangkan Harga Rokok di Indonesia Masih Murah
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mural penanda kampung bebas asap rokok RW 6, Kayumanis, Jakarta Timur, Jumat, (8/10/2021). Bukan hanya hibauan lewat mural atau stiker saja tapi warganya melarang warganya untuk merokok. Kemenkes Sayangkan Harga Rokok di Indonesia Masih Murah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut harga rokok masih tergolong murah, sehingga perokok di dalam negeri masih besar. 

"Buat kami harga rokok masih dirasakan cukup murah, karena polanya dibeli batangan," kata Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes Kartini Rustandi secara virtual, Selasa (2/11/2021). 

Menurutnya, Kemenkes memiliki tanggung jawab mempersiapkan generasi unggul, produktif, dan berdaya saing pada 2024.

Hal ini dapat dicapai, kata Kartini, jika anak-anak mendapatkan prilaku dan lingkungan yang baik, seperti menjauhkan dari konsumsi rokok.

Baca juga: Pemerintah Dorong Industri Rokok Ekspor ke Jepang

"Banyak perokok mengatakan, mereka merokok karena terbiasa sejak kecil. Kita mesti putus ini, agar anak-anak tidak jadi perokok," paparnya.

Ia menyebut, keluarga perokok juga memiliki dampak terhadap anak, di mana ada kemungkinan orang tua lebih mengutamakan rokok dibanding pemenuhan gizi anak. 

"Mereka lebih suka beli rokok dibanding telur untuk anaknya. Ini perlu kerja sama semua pihak dalam pengendalian rokok," tuturnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas