Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

IHSG Pekan Lalu Catat Sejarah, Bagaimana Pergerakannya di Hari Ini?

Penyebaran cepat virus Covid 19 di Eropa disertai beberapa negara tercatat mengalami kenaikan kasus tertinggi harian.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in IHSG Pekan Lalu Catat Sejarah, Bagaimana Pergerakannya di Hari Ini?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Perdagangan saham pada akhir pekan lalu telah mencatat sejarah.

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 1,26% ke rekor tertinggi 6.720,26 atau tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam sepekan IHSG melesat 1,04% hingga mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Jumat (19/11/2021).

Direktur Equator Swarna Investama, Hans Kwee mengatakan, ada sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG untuk pekan depan.

Baca juga: IHSG Catat Rekor Baru, Sempat di 6.720,26 Pekan Ini 

Pertama, Presiden Fed Chicago Charles Evans menegaskan diperlukan waktu hingga pertengahan 2022 untuk mengakhiri program pembelian obligasi The Fed.

Ia mengatakan berpikiran terbuka untuk mengubah kebijakan moneter pada 2022 jika inflasi terus tetap tinggi.

Kenaikan suku bunga pada 2022 bisa terjadi jika inflasi tinggi terus berlanjut. Evans menambahkan, bahwa ekspektasinya sebetulnya sebaliknya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah petinggi The Fed mengisyaratkan pengurangan pembelian aset dapat dipercepat untuk melawan inflasi atau jika pasar percaya suku bunga akan naik lebih cepat dari yang diantisipasi.

Banyak pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan bergerak lebih cepat menyusul data inflasi yang tinggi, klaim pengangguran yang baik dan penjualan ritel yang melampaui perkiraan.

Baca juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Lanjutkan Pelemahan karena Minimnya Sentimen Positif

Ini adalah salah satu faktor negatif yang membuat indeks saham global sangat berfluktuasi minggu lalu.

"Inflasi masih menjadi salah satu masalah utama perekonomian menyusul kekhawatiran perubahan kebijakan the Fed akibat tingginya angka ini," ungkapnya dalam riset, Minggu (21/11/2021).

Selanjutnya, angka penjualan ritel Oktober menunjukkan konsumen meningkatkan pengeluaran ditunjukan dengan penjualan naik 1,7% melampaui ekspektasi pasar untuk kenaikan 1,4%.

Angka itu jauh di atas peningkatan 0,8% pada bulan September.

Laporan tersebut menunjukkan penguatan yang luas dalam sejumlah kategori, mulai dari mobil hingga sporting goods. Penjualan online melambung 10,2% dari tahun lalu.

Naiknya penjualan ritel kemungkinan disebabkan rakyat Amerika memulai belanja liburan lebih awal untuk menghindari rak yang kosong di tengah kekurangan sejumlah barang karena pandemi menekan rantai pasokan.

Baca juga: IHSG Sepekan Ditutup Turun Tipis 0,15 Persen, Asing Lakukan Aksi Borong Rp 1,10 Triliun

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas