Tribun Bisnis

Pengembangan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo Habiskan Dana APBN Rp 190 Miliar

Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan dilakukan pengembangan setidaknya hingga 2034.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Muhammad Zulfikar
Pengembangan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Labuan Bajo Habiskan Dana APBN Rp 190 Miliar
Hari Darmawan
Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, memiliki nilai investasi sebesar Rp 499 miliar yang diantaranya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 190 miliar serta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebesar Rp 319 miliar.

Pembangunan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akan dilakukan pengembangan setidaknya hingga 2034.

Tahap pertama Terminal Multipurpose akan dilakukan pengembangan jangka pendek selama lima tahun hingga 2024, meliputi dermaga multipurpose (120 m x 20 m), causeway (690 m x 20 m) dan trestle (60 m x 12 m), serta reklamasi area terminal 3 hektare.

Selanjutnya akan dilakukan pematangan dan perkerasan lahan 3,7 hektare, lahan penumpukan multipurpose 1.700 m2, serta fasilitas penunjang dan peralatan meliputi reach stacker, forklift, dan alat pemadam kebakaran.

"Terkait dengan rencana induk juga telah dilakukan tahapan pengembangan nanti untuk jangka pendek 5 tahun ke depan. Jangka menengah dan juga jangka panjang," kata Kasubdit Tatanan dan Perencanaan Pengembangan Pelabuhan Kemenhub Aries Wibowo, Kamis (24/11/2021).

Kemudian jangka menengah hingga 2029 Terminal Multipurpose Wae Kelambu akan dikembangkan, yakni dermaga multipurpose (30 x 20 m2), pengembangan lahan darat 3,90 hektare, pembangunan tanki curah cair kapasitas 250 kiloliter (6 unit), dan fasilitas Penunjang dan Penambahan Peralatan (reach stacker, forklift).

"Dalam pengembangan jangka pendek ini menyesuaikan kapal eksisting yang pernah sandar yaitu 6.652 DWT (deadweight tonnage/tonase bobot mati," kata Aries.

Namun, lanjut Aries, nanti di jangka menengah akan ditingkatkan pelayanannya untuk bisa melayani 10 ribu DWT dan di jangka panjang nanti akan bisa melayani sampai 25 ribu DWT.

Baca juga: Pasok Kebutuhan BBM di Labuan Bajo, Terminal Multipurpose Wae Kelambu Akan Dilengkapi TBBM

Selanjutnya akan ada pengembangan hingga 2034 yang meliputi dermaga multipurpose (70x20 m2), breasting dolphin dan mooring dolphin dengan panjang total 120 meter, pembangunan penimbunan barang curah cair berupa tangki timbun, pumphouse dan fasilitas penunjang lainnya.

Dalam pengembangan ini ada penambahan peralatan pelabuhan berupa quay crane, truk peti kemas, reach stacker, dan forklift serta pengembangan lahan untuk area pendukung seluas 24,5 hektare sebagai area industri, logistik seperti area pergudangan dan depo petikemas.

"Nantinya diharapkan Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini akan mampu melayani petikemas sampai 30 ribu teus, juga kargo serta curah cair sampai 80 ribu ton," kata Aries.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas