Tribun Bisnis

Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan Indonesia, Menag: Tidak Ada Lagi Syarat Vaksin Booster

Pemerintah Arab Saudi kembali membuka penerbangan langsung dari dan ke Indonesia dan mulai berlaku 1 Desember 2021.

Editor: Choirul Arifin
Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan Indonesia, Menag: Tidak Ada Lagi Syarat Vaksin Booster
TribunJakarta/Ega Alfreda
Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang dipadati jemaah umrah perdana selama pandemi Covid-19, Minggu (1/11/2020). Suasana Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang dipadati jemaah umrah perdana selama pandemi Covid-19, Minggu (1/11/2020). 

Laporan Wartawan Kontan, Abdul Basith Bardan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi kembali membuka penerbangan langsung dari dan ke Indonesia. Aturan baru penerbangan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Desember 2021 mendatang.

Perubahan aturan itu diharapkan menjadi angin segar bagi jemaah umrah asal Indonesia.

"Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Jumat (26/11/2021).

Larangan terbang atau suspend yang diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya berlaku sejak Februari 2021.

Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021.

Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

Baca juga: WNI Diizinkan Masuk Arab Saudi Mulai 1 Desember, Kemenag Rumuskan Teknis Pemberangkatan Umrah

Selain penerbangan langsung, masa karantina pun akan lebih singkat. Arab Saudi juga tidak lagi membatasi jenis vaksin yang digunakan dan mensyaratkan penambahan vaksin dosis ketiga atau booster.

Baca juga: Termasuk Indonesia, 6 Negara Ini Dapat Izin Terbang ke Arab Saudi per 1 Desember

"Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama," terang Yaqut.

Baca juga: Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Tak Lagi Wajib Booster Vaksin, Menag Ingatkan Patuhi Prokes

Sebagai informasi, Yaqut telah melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Ia mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukan selama kunjungan tersebut.

"Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi," jelasnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan.

Nantinya hal itu akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya.

Artikel ini tayang di Kontan dengan judul Arab Saudi buka penerbangan Indonesia, Menag: Kabar baik bagi jemaah umrah 

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas