Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: Lini Asuransi Kredit di Indonesia Perlu Segera Dibenahi

Persaingan tersebut telah mengakibatkan tarif premi menjadi rendah seiring cakupan rasio kegagalan kredit yang cenderung begitu luas

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Pengamat: Lini Asuransi Kredit di Indonesia Perlu Segera Dibenahi
ist
Ilustrasi asuransi. Pengamat: Lini Asuransi Kredit di Indonesia Perlu Segera Dibenahi 

“Karena jangan sampai gejolak di lini asuransi kredit ini memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan dan kinerja industri asuransi di Indonesia,” katanya.

Tata kelola perusahan asuransi yang baik menjadi sangat krusial untuk dilakukan oleh perusahaan yang memiliki lini asuransi kredit agar bisnis tetap terjaga.

Ia mencontohkan seperti yang dilakukan pemerintah dengan membentuk Indonesia Financial Group (IFG) selaku holding perusahaan pelat merah nonbank yang meliputi perasuransian dan penjaminan, untuk terlibat langsung dalam konsolidasi dan transformasi menyeluruh penyehatan serta sustainability keuangan anak usahanya.

Dalam aspek manajemen risiko dan operasional, IFG bertugas memastikan semua anak usaha harus menjalankan tata kelola manajemen yang baik, menghindari perebutan pangsa pasar dan perang harga, serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio.

“Termasuk melakukan penguatan iklim bisnis khususnya pada asuransi kredit seperti yang baru saja dilakukan antara PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dengan BNI dan BTN beberapa waktu lalu itu sudah tepat,” ujar Nurmadi

Penguatan tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan bisnis asuransi kredit yang sehat, berkelanjutan, dan saling menguntungkan bagi pihak-pihak yang terlibat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha pembenahan tata kelola dan manajemen risiko.

Rekomendasi Untuk Anda

“Seperti inilah yang perlu terus ditingkatkan oleh semua pihak dan para pemangku kepentingan, terutama di lini bisnis asuransi kredit, supaya industri asuransi di Indonesia makin sehat,” kata pengamat yang juga merupakan kandidat doktor UNS ini.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas