Tribun Bisnis

Upah Minimum Pekerja 2022

UMK di 9 Kabupaten/Kota Jabar Tidak Naik, KSBSI Nilai Ridwan Kamil Tak Berdaya Hadapi Hal Ini

Dari 27 Kabupaten/Kota yang berada di Jawa Barat, ada 9 wilayah yang tidak mendapatkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)

Editor: Muhammad Zulfikar
UMK di 9 Kabupaten/Kota Jabar Tidak Naik, KSBSI Nilai Ridwan Kamil Tak Berdaya Hadapi Hal Ini
Tribun Jakarta/Yusuf Bachtiar
Massa aksi buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (10/11/2021). UMK di 9 Kabupaten/Kota Jabar Tidak Naik, KSBSI Nilai Ridwan Kamil Tak Berdaya Hadapi Hal Ini 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota melalui Keputusan Gubernur Nomor 561 yang telah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 30 November 2021, dan akan berlaku 1 Januari 2022.

Dari 27 Kabupaten/Kota yang berada di Jawa Barat, ada 9 wilayah yang tidak mendapatkan kenaikan UMK, daerah tersebut adalah Kabupaten Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Subang.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita melihat tidak naiknya UMK di wilayah Kabupaten Bogor, Purwakarta, Karawang, dan Kota Bogor sudah mencapai nilai di atas Rp 4,2 juta – Rp 4,8 juta, sementara masih banyak wilayah lain yang berada di bawah wilayah tersebut.

Akan tetapi menurutnya hal tersebut seharusnya tidak menjadi alasan Gubernur untuk tidak menaikkan upah wilayah tersebut.

“Apalagi Karawang, Bekasi, Purwakarta mayoritas jenis investasinya adalah Industri Manufaktur, namun padat modal. Industri garmen, tekstil, sudah sangat sedikit karena tergeser dengan industri padat modal,” jelasnya.

Ia melihat Ridwan Kamil sebagai gubernur tidak berdaya dengan intervensi pemerintah pusat dan para pelaku usaha di wilayah tersebut apalagi ada sanksi bagi kepala daerah yang tidak bisa bersinergi dalam hal kebijakan pusat dan daerah.

Baca juga: Daftar UMK Jawa Barat 2022: Bekasi Tertinggi, Banjar Terendah

Dalam penglihatannya, ketakutan dan kekhawatiran Ridwan Kamil akan terjadi pemutusan hak kerja (PHK) di wilayah tersebut terlalu dibesar-besarkan.

“Kita bisa lihat bahwa Industri manufaktur dengan modal kecil/menengah seperti garmen, tekstil sudah bergeser ke wilayah Industri Rebana Golden Triangle yang meliputi Majalengka, Indramayu, dan Cirebon sebagai pusat Industri terbesar di Jawa barat,” jelasnya.

Elly melihat 4 faktor dari tidak naiknya upah di beberapa wilayah tersebut, yakni upah wilayah dinilai sudah mencapai ambang batas tertinggi, lemahnya tupoksi dewan pengupahan daerah dalam memutuskan rekomendasi ke Kepala daerah, kebijakan kepala daerah yang cenderung diskriminatif, dan Intervensi Politis.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "KSBSI: 4 Faktor yang membuat 9 kabupaten/kota di Jabar tidak naik upah minimumnya"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas