Tribun Bisnis

Minggu Ini Jadi Pekan yang Sulit Bagi Pelaku Pasar karena Membaiknya Ekonomi AS

Perekonomian Amerika Serikat terus mengalami perbaikan, meskipun data inflasi masih terlihat konsisten. 

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Minggu Ini Jadi Pekan yang Sulit Bagi Pelaku Pasar karena Membaiknya Ekonomi AS
AFP/GEOFF ROBINS
Pelancong Kanada menunggu dalam antrean untuk melintasi perbatasan ke Amerika Serikat melintasi Rainbow Bridge di Air Terjun Niagara, Ontario, awal 8 November 2021. - Amerika Serikat membuka kembali perbatasan darat dan udaranya Senin 8 November untuk pengunjung asing yang divaksinasi penuh terhadap Covid- 19, mengakhiri 20 bulan pembatasan perjalanan dari seluruh dunia yang memisahkan keluarga, pariwisata yang tertatih-tatih, dan hubungan diplomatik yang tegang. Larangan, yang diberlakukan oleh mantan presiden Donald Trump pada awal 2020 dan ditegakkan oleh penggantinya Joe Biden, telah banyak dikritik dan menjadi simbol pergolakan yang disebabkan oleh pandemi. Pembatasan itu sangat tidak populer di Eropa dan tetangga AS, Kanada dan Meksiko. (Photo by Geoff Robins / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pekan ini akan menjadi pekan yang sulit bagi para pelaku pasar

Pasalnya, perekonomian Amerika Serikat (AS) terus mengalami perbaikan, meskipun data inflasi masih terlihat konsisten. 

"Data change in nonfarm payrolls mengalami penurunan cukup jauh, meskipun begitu tingkat pengangguran turun lebih dalam, dari sebelumnya 4,6 persen menjadi 4,2 persen. Awesome! hal ini yang diharapkan oleh The Fed, di mana tingkat pengangguran dapat mendekati titik sebelum pandemi, yaitu rentang 3 persen hingha 3,5 persen," ujar dia melalui risetnya, Senin (6/12/2021). 

Sejauh ini meskipun pertumbuhan gaji melambat, tapi angka partisipasi tenaga kerja atau yang mencari pekerjaan terus mengalami kenaikkan. 

Baca juga: Amerika Serikat Deteksi Kasus Pertama Varian Omicron

Nico menjelaskan, PMI services dan composite pun terus mengalami kenaikkan, konsisten dengan pemulihan ekonomi di AS. 

"Meskipun demikian, hal ini yang membuat pelaku pasar dan investor semakin khawatir. Inflasi AS bulan ini secara tahunan diperkirakan akan kembali mengalami kenaikkan dari sebelumnya 6,2 persen menjadi 6,7 persen, mungkin menjadi tertinggi kembali dalam kurun waktu 30 tahun terakhir," katanya. 

Baca juga: Mulai Juni 2022 Hewan Peliharaan Kucing dan Anjing di Jepang Wajib Dipasang Microchip

Dia menambahkan, hal tersebut berpotensi untuk mempengaruhi pertemuan The Fed pada tanggal 15 Desember 2021 mendatang. 

"Apabila ternyata inflasi kembali menembus titik tertingginya, tentu akan membuat The Fed segera bertindak, dan tidak mungkin keputusan untuk mempercepat taper tantrum selesai lebih awal dari sebelumnya 8 bulan seperti 2013 silam. Mungkin akan menjadi 5 bulan saja," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas