Tribun Bisnis

Virus Corona

Karena Omicron Harga Saham Jatuh, Bagaimana Dengan Perdagangan Besok? Sektor Mana Yang Bisa Untung

Kekhawatiran terhadap Omicron menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada Kamis

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Karena Omicron Harga Saham Jatuh, Bagaimana Dengan Perdagangan Besok? Sektor Mana Yang Bisa Untung
Tribunnews/Irwan Rismawan
Karyawan mengamati harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kekhawatiran masuknya varian Omicron ke Indonesia menjadi kenyataan.

Pengumuman masuknya varian terbaru Covid-19 tersebut menggoyang Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kekhawatiran terhadap Omicron menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok ke zona merah pada Kamis (16/12/2021).

Baca juga: Varian Omicron Masuk RI, IHSG Ditutup Merosot Setelah Dibuka Menguat

IHSG melemah 0,47% atau 31,46 poin ke 6.594,80 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Indeks sempat menghijau di awal perdagangan hingga menyentuh level 6.661,945 yang merupakan titik tertingginya hari ini.

Delapan indeks sektoral melemah hingga tutup pasar. Sektor barang konsumsi nonprimer tumbang 1,15%.

Sektor perindustrian terjun 1,12%. Sektor properti dan real estat tergerus 1%.

Sektor barang konsumsi primer melemah 0,92%. Sektor barang baku turun 0,89%. Sektor energi terkoreksi 0,54%.

Baca juga: IHSG Ditutup Terkerek 10,62 poin ke 6.626,26, Berikut Saham yang Diborong Investor Asing

Sektor infrastruktur menurun 0,30%. Sektor keuangan melemah 0,16%.

Hanya ada tiga sektor yang menguat hingga akhir perdagangan. Sektor kesehatan turun 1,53%. Sektor teknologi melemah 0,40%. Sektor transportasi dan logistik turun 0,21%.

Total volume transaksi bursa mencapai 23,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,76 triliun. Sebanyak 372 saham turun harga. Ada 172 saham menguat dan 133 saham flat.

Aksi Investor Asing

Asing mencatat net sell sebesar Rp 733,94 miliar di seluruh pasar. Namun asing mencatat net buy terbesar pada sejumlah saham berikut saat IHSG terperosok.

Asing mencatat net buy terbesar pada saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebesar Rp 60,7 miliar. Saham ARTO ditutup menguat 3,52% ke Rp 16.175 per saham. Total volume perdagangan saham ARTO mencapai 32,4 juta dengan nilai transaksi Rp 510,5 miliar.

Baca juga: IHSG Tengah Hari Ditutup Menghijau ke Level 6.654,23, Saham BRI Diborong Asing Rp 133 Miliar

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas