Sepat Naik di Pagi Hari, IHSG Awal Pekan Ini Ditutup Merosot ke 6.691, Investor Asing Borong Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok10,19 poin atau 0,15% ke level 6.691.125 pada akhir perdagangan.
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sempat naik pada sesi I, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin (10/1/2022) ditutup ke zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok10,19 poin atau 0,15% ke level 6.691,125 pada akhir perdagangan.
Mengutip Kontan dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG mengalami tekanan dari penurunan enam sektor dari total 11 sektor di BEI.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,72 Persen pada Akhir Pekan
Sektor yang terkoreksi paling dalam adalah sektor teknologi 3,52%, kemudian disusul sektor barang konsumer non-primer 1,29%, sektor perindustrian 0,83%, sektor infrastruktur 0,79%, sektor energi 0,21% dan sektor barang konsumer primer 0,17%.
Sedangkan lima sektor lainnya yang menguat dipimpin sektor kesehatan 1,78%, sektor keuangan 1,11%, sektor properti dan real estate 0,19%, sektor transportasi juga naik 0,19% dan sektor barang baku 0,10%.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 18,85 miliar dengan total nilai transaksi Rp 10,13 triliun.
Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham yang Bisa Anda Pilih
Ada sebanyak 216 saham naik, sebanyak 327 saham turun dan 140 saham lainnya stagnan.
Investor asing melanjutkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 249,48 miliar di seluruh pasar.
Kendati demikian, asing juga mencatat net sell terbesar pada saham-saham ini yang turut menekan IHSG.
Asing juga mencatat net sell terbesar pada saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 64,0 miliar.
Baca juga: Dibuka IHSG Langsung Menguat 0,22 Persen ke 6.710, Investor Asing Incar Saham 3 Bank Ini
Saham BUKA ditutup terkoreksi 3,39% ke Rp 456 per saham. Total volume perdagangan saham BUKA mencapai 29,89 juta dengan nilai transaksi Rp 138,1 miliar.
Kemudian asing juga menjual saham PT SInar Mas Multiartha Tbk (SMMA) sebesar Rp 61,5 miliar.
Saham SMMA ditutup stagnan di level Rp 11.775 per saham. Total volume perdagangan saham SMMA mencapai 5,6 juta dengan nilai transaksi Rp 65,8 miliar.
Saham dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga banyak dilepas asing sebesar Rp 22,3 miliar.
Saham ANTM juga terkoreksi 0,45% ke Rp 2.220 per saham.
Total volume perdagangan saham ANTM mencapai 35,4 juta dengan nilai transaksi Rp 79,1 miliar.
Berikut 10 saham net sell asing pada Senin:
1. BUKA Rp 64,3 miliar
2. SMMA Rp 61,5 miliar
3. ANTM Rp 22,3 miliar
4. PGAS RP 8,3 miliar
5. ISAT Rp 8,1 miliar
6. LPPF Rp 7,3 miliar
7. UNVR Rp 2,8 miliar
8. ADRO Rp 2,8 miliar
9. ESSA Rp 2,6 miliar
10. MTEL Rp 2,4 miliar