Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Bisnis

Target Taklukkan Pasar Global, eFishery Bakal Rekrut 1.000 Karyawan Tahun Ini

Start-up agritech Indonesia, eFishery meraih pendanaan seri C senilai 90 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,287 triliun

Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Target Taklukkan Pasar Global, eFishery Bakal Rekrut 1.000 Karyawan Tahun Ini
Istimewa
Salah satu produk inovasi eFishery, eFisheryFeeder, memudahkan para pembudidaya udang dan ikan untuk menjadwalkan pemberian pangan secara otomatis. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Start-up agritech Indonesia, eFishery meraih pendanaan seri C senilai 90 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,287 triliun (kurs RP 14.300 per dollar AS) yang dipimpin oleh Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

Total pendanaan ini diklaim merupakan pendanaan terbesar di dunia yang diperoleh perusahaan rintisan di bidang teknologi akuakultur.

Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, pendanaan ini akan digunakan untuk meningkatkan platform dan layanan serta memperkuat produk digital eFishery dan menjadikannya koperasi digital terbesar bagi pembudidaya ikan dan udang.

Baca juga: Dipimpin Temasek, Startup eFishery Raih Pendanaan Seri C Senilai 90 Juta Dolar AS

“Pendanaan baru ini akan digunakan untuk mengembangkan perusahaan, ekspansi regional, dan mencapai target kami untuk menjadi perusahaan teknologi akuakultur. Kami sangat senang dapat bermitra dengan Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, yang kami yakini dapat menambah nilai signifikan pada platform kami," ujar Gibran di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Lebih lanjut, Gibran menuturkan, pihaknya akan fokus menghadirkan solusi untuk meningkatkan produktivitas pembudidaya.

Melalui pengenalan teknologi yang baru, pihaknya akan merampingkan usaha budidaya ikan dan udang, serta menjadikan industri ini lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

"Sebagai contoh, teknologi kami di hilir, eFeeder, mampu mempercepat siklus panen dan meningkatkan kapasitas produksi hingga 26 persen. Kami juga menghubungkan pembudidaya langsung dengan pembeli melalui teknologi kami di hilir, eFresh, sehingga meningkatkan daya jual mereka. Hasilnya, solusi kami mampu menurunkan biaya operasional dan meningkatkan pendapatan pembudidaya hingga 45 persen,” jelas Gibran Huzaifah.

Berita Rekomendasi

Gibran menambahkan, pendanaan ini juga akan digunakan untuk merekrut tim secara agresif, khususnya talenta di bidang engineering dan pengembangan produk.

"Kami menargetkan untuk merekrut 1.000 karyawan baru tahun ini, tidak hanya untuk menciptakan dampak di industri akuakultur Indonesia, namun untuk skala yang lebih besar, untuk menaklukkan pasokanakuakultur global,” kata Gibran.

Baca juga: eFishery Genjot Potensi Perikanan Budidaya Lewat Teknologi di 2022

Sementara itu VP, Sequoia India Aakash Kapoor mengatakan, dengan pasar sebesar 20 miliar dollar AS serta rantai pasok yang kompleks dan terfragmentasi, akuakultur menjadi salah satu peluang terbesar dan paling menarik di Indonesia.

Hal inilah diakuinya menjadi alasan perusahaannya mau bekerjasama dengan eFishery.

“eFishery menawarkan berbagai produk, mulai dari teknologi seperti alat pemberi pakan, pengadaan pakan, hingga penjualan hasil panen. Seluruh elemen tersebut, dikombinasikan dengan akses terhadap pembiayaan, menjadikan model bisnis eFishery komprehensif dan strategis untuk melayani pasar ini. Tim Sequoia Capital India terkesan dengan pertumbuhan dan fundamental bisnis yang kuat dan bersemangat dengan prospek masa depan eFishery,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diguyur Rp 1,28 Triliun dari Temasek hingga Softbank, eFishery Bakal Rekrut 1.000 Karyawan"

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas