Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

JAPPDI: Pasokan Sapi Berkurang Sebabkan Kenaikan Harga Daging

Ketua Umum JAPPDI Asnawi mengungkapkan, bahwa tingkat konsumsi masyarakat terkait kebutuhan daging sapi masih didominasi oleh daging hot meat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in JAPPDI: Pasokan Sapi Berkurang Sebabkan Kenaikan Harga Daging
Warta Kota/Henry Lopulalan
Suasana lenggang los daging di Pasar Proyek Senen, Senen, Jakarta Pusat, Senin(28/2/2022). Pedagang tidak menjual daging sapi sebagai protes kenaikan harga daging yang berakhibat mahalnya harga si jualan ke konsumen. Rencananya mereka mogok jualan selama 1 minggu atau mereka akan segera berjualan jika pemerintah bisa menstabilkan harga daging. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Sementara itu, Dirjen Bapokting, Isy Karim memastikan berdasarkan data yang diterima dari Dirjen PKH. Stock daging menjelang Ramadhan dan Lebaran 2022 masih mencukupi.

“Kita habis rapat di KSP untuk memantau harga daging menjelang ramadhan dan lebaran nanti. Dari sisi dirjen PKH stock mencukupi untuk sampai lebaran nanti,” kata Isy Karim.

Menurut dia, kedepannya pemerintah akan menerapkan kebijakan untuk memobilisasi sapi-sapi lokal agar menyumbang stock daging nasional sebesar 62%.
“Dan untuk menyeimbangkan, pemerintah mengimportasi daging beku kerbau, agar harga daging sapi tidak menjadi liar,” ujanya.

Isy Karim memastikan kepada para pedagang dan masyarakat, agar tidak perlu khawatir terkait dengan stock daging sapi untuk bulan Ramadhan dan Lebaran 2022.

“Untuk stok para pedagang tidak perlu khawatir masih mencukupi menurut data yang kami terima,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, supplier daging impor Berdikari, Hasyim mengaku telah mendapatkan penugasan dari pemerintah agar bisa mendatangkan daging dari luar negeri.

Hasyim sebagai perusahaan plat merah, Berdikari berencana akan mendatangkan daging kerbau dan daging sapi impor dari Brazil sebanyak 25.000 ton dalam kurun waktu bulan Maret, April, Juni.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami saat ini masih dalam tahap perizinan mudah-mudahan Jumat nanti bisa keluar izin. Dalam rencana kami secara bertahap di bulan maret 5000 ton yang akan masuk april 15.000 ton dan 5000 ton dibulan Mei dan Juni,” kata Hasyim.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas