Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Solar Langka, DPR Akan Evaluasi Kuota Solar Subsidi

DPR terus melakukan monitor penyaluran solar subsidi, seiring terjadinya kelangkaan di berbagai daerah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Solar Langka, DPR Akan Evaluasi Kuota Solar Subsidi
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Antrean panjang mobil truk yang akan isi bahan bakar solar di SPBU di Kampung Cimaja, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/3/2022) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus melakukan monitor penyaluran solar subsidi, seiring terjadinya kelangkaan di berbagai daerah.

"Pemerintah dan DPR tentu akan memonitor terus day per day persoalan ini. Untuk selanjutnya dievaluasi apakah kebijakan subsidi APBN yang ada masih relevan atau perlu intervensi kebijakan," kata Anggota Komisi VII DPR Mulyanto saat dihubungi, Senin (28/3/2022).

Baca juga: Jeritan Pengusaha Truk Akibat Solar Subsidi Langka, Nelayan Sampai Rela Menginap di SPBU

Mulyanto menjelaskan, intervensi kebijakan tersebut termasuk apakah perlu atau tidaknya menambah kuota solar subsidi pada tahun ini di dalam APBN Perubahan ke depannya.

"Itu salah satunya (menambah kuota), kondisinya sangat dinamis," ucap Mulyanto.

Adapun kuota solar subsidi pada tahun ini ditetapkan sebanyak 15,1 juta kilo liter (KL), di mana BPH Migas telah memberikan penugasan PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Baca juga: Stok Langka di Berbagai Daerah, Pertamina Normalisasi Pasokan Solar Bersubdisi Sesuai Permintaan

Menurutnya, selain geliat ekonomi yang mulai tumbuh hingga akhirnya mendongkrak permintaan solar subsidi, faktor harga antara BBM subsidi dan nonsubdisi juga terpaut jauh.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini, membuat pergeseran pengguna BBM diesel nonsubsisi ke subsidi.

"Sampai hari ini dikabarkan meningkat sebesar 10 persen. Pertamina harus menjalankan tugasnya menyediakan dan mendustribusikan bbm bersubsidi ini dengan baik, sesuai kebijakan pemerintah," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas