Tribun Bisnis

UMKM Perlu Memiliki Teknologi Otomatisasi Pemasaran Digital Berfitur Kecerdasan Buatan

Sebanyak 80 persen dari UKM yang go online berhasil survive di masa pandemi dan sebaliknya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Dewi Agustina
zoom-in UMKM Perlu Memiliki Teknologi Otomatisasi Pemasaran Digital Berfitur Kecerdasan Buatan
IST
Dr Achmad Istamar 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan teknologi digital wajib dilakukan bagi UKM yang tengah berupaya memulihkan kondisi bisnisnya, apalagi saat ini 1 dari 3 orang Indonesia sudah memiliki akses online.

Konsumen pun memanfaatkan internet untuk menemukan produk baru dan jasa, mulai dari mencari kue ulang tahun untuk anak sampai furnitur untuk rumah dan portal pencarian pun menyediakan kesempatan bagi UKM untuk ditemukan dan terhubung dengan pelanggan mereka.

Achmad Istamar, Country Head-Indonesia Google Customer Solutions mengatakan, melihat fakta ini maka pemanfaatan digital marketing bagi UKM merupakan solusi paling mudah dan efektif agar mampu bangkit kembali.

"Survei World Bank dan Shopee menyebutkan, bisnis yang menerapkan digitalisasi dapat kembali kepada level penjualan sebelum pandemi hanya dalam waktu enam bulan," kata Istamar saat seminar yang mengusung tema Redefining Marketing: Seizing Growth Opportunities Beyond Digital di Jakarta belum lama ini.

Event ini diadakan Management Student Society Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia terdiri dari conference, training, dan seminar.

Istamar mengatakan, sebanyak 80 persen dari UKM yang go online berhasil survive di masa pandemi dan sebaliknya, hanya 4 dari 10 bisnis yang tidak online yang bisa survive.

Baca juga: Srikandi BUMN, Cyborg, dan Kecerdasan Buatan

"Saat ini, pengguna atau calon konsumen membutuhkan informasi yang pas pada saat dibutuhkan, dalam format sesuai keinginan dan dengan isi informasi yang relevan dan terkini," katanya.

Untuk inilah diperlukan teknologi automated digital marketing dengan artificial intelligence dengan kemampuan pengolahan data besar dan cepat yang memiliki kemampuan untuk mengolah informasi yang paling sesuai dengan format yang paling diinginkan dan dengan isi informasi yang paling relevan sesuai dengan profil pengguna.

"Teknologi ini sebelumnya banyak digunakan perusahaan skala besar, dan sekarang sudah tersedia untuk UMKM dan dapat diakses tanpa harus memiliki peralatan dan pengetahuan khusus," ujar Istamar.

Istamar berharap, teknologi automated digital marketing berbasis kecerdasan buatan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya bagi pengusaha kecil dan menengah.

"Dengan pulihnya usaha kecil maka akan turut mendorong pemulihan ekonomi karena UKM adalah tulang punggung perekonomian masyarakat dengan kontribusi lebih dari 60 persen PDB Indonesia."

"Ini pula yang mendorong Google berkomitmen untuk membantu usaha kecil dan menengah, startup, dan wirausahawan di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan sumber daya digital yang diperlukan untuk berkembang di era digital," kata Istamar.

Sementara Alexander Lukman, Managing Director Strategy and Consulting di Accenture Indonesia mengapresiasi perkembangan MIST yang semakin menarik setiap tahunnya sekaligus menyampaikan harapannya bagi generasi milenial.

"Kita mengharapkan lahirnya generasi yang indigenous. Indigenous itu artinya tiga hal. Yang pertama, smart. Yang kedua itu adalah inventif."

"Yang terlebih penting lagi adalah relevan. Jadi, please be yourself, be clear on your personal brand and purpose," ujar Alexander.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas