Tribun Bisnis

Jaringan Gas Rumah Tangga di DKI Jakarta Bakal Mencapai 154 Ribu Sambungan Hingga Akhir 2022.

Sambungan jaringan gas (jargas) di wilayah DKI Jakarta ditargetkan mencapai 154 ribu hingga akhir tahun 2022.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jaringan Gas Rumah Tangga di DKI Jakarta Bakal Mencapai 154 Ribu Sambungan Hingga Akhir 2022.
PGN
Ilustrasi pembangunan jargas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sambungan jaringan gas (jargas) di wilayah DKI Jakarta ditargetkan mencapai 154 ribu hingga akhir tahun 2022.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menggelar jargas rumah tangga melalui produk Gaskita Pintar.

Adapun, harga yang dibanderol yakni sebesar Rp 10.000 per M3.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar mengungkapkan, pelanggan akan mendapatkan kelebihan dari Gaskita Pintar berupa gratis biaya instalasi pipa gas menuju peralatan gas (kompor) sampai dengan 15 meter, gratis konversi kompor sampai dengan dua tungku, dan gratis satu kali pemeriksaan keamanan pipa. Selain itu, pelanggan akan mendapatkan gratis asuransi kebakaran sampai dengan 30 juta.

Baca juga: PGN Incar 1 Juta Sambungan Jargas Tambahan Tahun Depan

Penggunaan jargas Gaskita Pintar dengan harga Rp 10.000 juga dapat menghemat biaya sekitar 47%, jika dibandingkan dengan LPG Non Subsidi.

Kemudian berdasarkan pengujian untuk memasak air 10 Liter, pengeluaran biaya menggunakan gas sebesar Rp 1.688. Sedangkan menggunakan LPG diperlukan biaya Rp 2.095.

“Pembangunan jargas rumah tangga telah teregulasi secara lengkap dan didukung penuh oleh pemerintah.

Baca juga: PGN Group Optimistis Tuntaskan Penugasan Pembangunan Jargas APBN 2020

Infrastrukturnya merupakan objek vital, sehingga semua pihak perlu mendukung terselenggaranya jargas.

Dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibutuhkan khususnya dalam kemudahan hal perizinan terhadap pembangunan jargas rumah tangga di wilayah DKI Jakarta,” kata Achmad dalam keterangan resmi, Kamis (7/4/2022).

Achmad melanjutkan, dalam pekerjaan pembangunan jargas rumah tangga di DKI Jakarta memerlukan izin penempatan jaringan utilitas sebelum pelaksanaan pekerjaan.

Jargas rumah tangga masuk ke dalam kategori jaringan utilitas, yaitu sistem jaringan instalasi dalam bentuk kabel atau pipa (jaringan utilititas).

Baca juga: PGN Tetap Layani Pelanggan Jargas dengan SOP Ketat di Tengah Pandemi

Oleh karena itu, dukungan kemudahan perizinan Pemprov DKI Jakarta sangat penting dalam pembangunan jargas rumah tangga.

PGN juga diberikan penugasan untuk mengembangkan jargas ke rusun-rusun di DKI Jakarta.

Dalam hal ini, PGN telah bekerja sama dengan Jakpro untuk mengembangkan jargas ke 17 rusun yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta dengan total potensi sebanyak 11.442 unit.

“PGN mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas dukungan dalam memastikan program pembangunan jargas PGN memberikan manfaat kepada warga DKI Jakarta dan dapat berjalan tanpa kendala,” lanjut Achmad.

Pemanfaatan jargas bagi masyarakat DKI Jakarta akan memberikan nilai tambah berupa penghematan biaya energi, produk yang lebih praktis, nyaman, dan aman.

Sedangkan bagi perkembangan DKI Jakarta, jargas PGN membawa manfaat bagi khususnya dalam mewujudkan Smart City, Program Langit Bersih, dan mengurangi kepadatan lalu lintas karena tidak memerlukan kendaraan operasional untuk menyalurkan gas bumi ke pelanggan.

Sumber: Kontan

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas