Tribun Bisnis

Dana Simpanan Pemda di Bank Capai Rp 202,35 Triliun, Menkeu Harap Daerah Percepat Realisasi Belanja

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana pemda di perbankan ini lebih besar dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Dana Simpanan Pemda di Bank Capai Rp 202,35 Triliun, Menkeu Harap Daerah Percepat Realisasi Belanja
dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dana simpanan pemerintah daerah (pemda) di bank kembali mengalami peningkatan.

Tercatat hingga Maret 2022 dana simpanan Pemda sebesar Rp 202,35 triliun. Nilai tersebut meningkat 29% dari bulan Februari yang sebesar Rp 183,32 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana pemda di perbankan ini lebih besar dibandingkan tiga tahun sebelumnya.

Baca juga: Sri Mulyani Tak Heran Negara Barat Lakukan Aksi Walk Out, Menkeu Pastikan Tak Ganggu Pertemuan G20

Pada Maret 2019, simpanan pemda sempat mencapai Rp 200,02 triliun, kemudian turun ke Rp 177,52 triliun pada 2020, dan naik lagi menjadi Rp 182,33 triliun pada tahun lalu.

"Bulan Maret ini posisi dana pemda di bank meningkat lagi bahkan tembus Rp 200 triliun. Ini pernah di 2019 bulan Maret mencapai Rp 200 triliun dana pemda di perbankan," Tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KIta, Rabu (20/4/2022).

Dari simpanan tersebut, provinsi Jawa Timur yang menduduki posisi teratas sebagai daerah dengan simpanan tertinggi di bank. "Jawa Timur adalah wilayah nominal saldonya tertinggi di bank untuk posisi Maret sebesar Rp 26,85 triliun," jelasnya.

Sementara itu, di posisi kedua ada Jawa Tengah, sedangkan di posisi ketiga ada Jawa Barat. Sedangkan dana simpanan terendah di bank ada di wilayah Sulawesi Barat sebesar Rp 1,14 triliun.

Sri Mulyani menyayangkan kondisi tersebut, sebab seharusnya pemda bisa membantu pemerintah pusat untuk mempercepat belanja sehingga pemulihan ekonomi bisa terus berlanjut.

Akan tetapi, belanja pemda justru anjlok 11,8% pada akhir Maret 2022. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi belanja APBD hingga Maret 2022 mencapai Rp 93,45 triliun atau pagu belanja Rp 1.103,91 triliun dan 8,47% terhadap APBD.

Baca juga: AS dan Negara Barat Walkout, Menkeu: Pertemuan G20 di Indonesia Tetap Jalan Terus

Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 105,94 triliun.

Padahal, menurutnya, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sudah dilakukan percepatan. Sehingga ia berharap, di kuartal II ini pemda bisa segera mempercepat realisasi belanja untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi di daerah.

"Dengan pemda mampu mengeksekusi belanja maka kita berharap di kuartal II dan kuartal III ini akselerasi pemulihan ekonomi bisa terjaga. Karena sekarang ekonomi menghadapi tekanan baru dengan lonjakan komoditas yang sangat tinggi," Imbuhnya.

Sumber: Kontan

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas