Tribun Bisnis

Aplikasi Wahyoo Kenalkan Konsep Bisnis Ghost Kitchen di Bisnis Kuliner

Aplikasi Wahyoo memperkenalkan Kitchen Partner untuk mendorong pengusaha UMKM kuliner menambah penghasilan dengan memanfaatkan aset dapurnya.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Aplikasi Wahyoo Kenalkan Konsep Bisnis Ghost Kitchen di Bisnis Kuliner
IST
Aplikasi Wahyoo memperkenalkan Kitchen Partner untuk mendorong pengusaha UMKM kuliner menambah penghasilan dengan memanfaatkan aset dapurnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aplikasi Wahyoo memperkenalkan Kitchen Partner untuk mendorong pengusaha UMKM kuliner menambah penghasilan dengan memanfaatkan aset dapurnya.

Konsep bisnis yang ditawarkan ini  menyerupai tren cloud kitchen atau ghost kitchen yang tengah marak di era digitalisasi ini.

Hal ini berarti mitra hanya perlu mengoptimalkan kapasitas dapur dari bisnis yang telah tersedia untuk dapat menjual menu tambahan dari brand Wahyoo Kitchen Partner.

Sejumlah usaha waralaba yang sudah memanfaatkan layanan ini adalah =Bebek Goreng Bikin Tajir dan Bakso Bikin Tajir.

"Sistem bisnis ini memiliki berbagai keuntungan bagi pengusaha kuliner, seperti menghemat modal, minim risiko, dan kesempatan untuk lebih berfokus pada operasional serta kualitas produk," kata Daniel Cahyadi, COO & Co Founder Wahyoo, Senin (6/6/2022).

Pengusaha cloud kitchen Sweetheart Kitchen yang berbasis di Dubai bernama Peter Schatzberg mengatakan model usaha ini juga dapat menghemat tenaga kerja.

Baca juga: Gandeng Sejumlah Pemda, ESB Ajak UMKM Kuliner Genjot Omset Lewat Ekosistem Digital

"Restoran pada umumnya memproses 15 hingga 20 pesanan per jam. Sementara itu, cloud kitchen dapat menghasilkan hingga 60 pesanan hanya dengan satu karyawan," kata Daniel.

Dengan berbagai keuntungan tersebut, diperkirakan bisnis ghost kitchen dapat menciptakan peluang global senilai $1 triliun pada tahun 2030 berdasarkan laporan dari Euromonitor.

Baca juga: LPEI Siapkan UMKM Kuliner Tembus Pasar Ekspor 

Wahyoo mengklaim mengelola 21 ribu lebih usaha kuliner terutama di distribusi bahan baku. Para mitra dijanjikan mendapat bahan baku dengan kualitas terjamin dan harga bersaing lewat aplikasi.

Mereka juga menawarkan berbagai keuntungan berbelanja bagi mitra, seperti loyalty program, cashback saldo dompet Wahyoo, dan fitur pembayaran dengan tempo tujuh hari.

Baca juga: Populerkan Kuliner Aceh Agar Setenar Rendang, Mantan Karyawan Ini Habiskan Tabungannya Buka Warung

Layanan pengantaran bahan baku yang ditawarkan juga dianggap menguntungkan  untuk efisiensi waktu dan pengeluaran.

Karis merupakan salah satu mitra Wahyoo Kitchen Partner Tambora di dunia kuliner selama 10  tahun.

Setelah menjadi mitra Wahyoo, Karis memperluas bisnis kulinernya dengan brand Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT) yang berada di bawah naungan Wahyoo Kitchen Partner dan berhasil menghasilkan peningkatan omset bisnis hingga 50 persen.

"Omset usaha saya meningkat sejak bekerjasama dengan Wahyoo dan membuka Bebek Goreng Bikin Tajir,” jelasnya.

Dia juga mengelola dua brand lain yaitu Ayam Paduka dan Bakso Bikin Tajir yang secara keseluruhan telah memiliki 200 outlet di Jabodetabek, Semarang, Bali, dan wilayah lainnya.

Salah satu fitur lain yang ditawarkan di aplikasi Wahyoo adalah Dompet Wahyoo dan QRIS Wahyoo sebagai metode pembayaran ke pelanggan dan sudah terintegrasi dengan pembayaran QRIS Wahyoo.

Dana yang masuk bisa langsung dipakai untuk belanja tanpa harus menunggu waktu penerimaan dana yang umumnya memakan waktu 1-2 hari.

"Fitur pengiriman terjadwalkan Wahyoo juga sangat membantu. Saya bisa memastikan bahan baku bisa sampai tepat waktu sebelum jam 8 untuk memulai bisnis,” ujar Ng Ay Hiong, pemilik RM Anugrah, salah satu mitra Wahyoo.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas