Tribun Bisnis

Krisis Pemasukan, Bank Terbesar Kedua di Swiss Credit Suisse Berencana Pecat 5.000 Karyawan

Pemangkasan karyawan tersebut dilakukan Credit Suisse setelah bank yang berbasis di Zurich mengalami krisis pemasukan secara berkepanjangan

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Krisis Pemasukan, Bank Terbesar Kedua di Swiss Credit Suisse Berencana Pecat 5.000 Karyawan
istimewa
Credit Suisse. Bank terbesar kedua di Swiss Credit Suisse tengah merencanakan pemangkasan hubungan kerja (PHK) pada 5.000 karyawan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BERN – Bank terbesar kedua di Swiss Credit Suisse tengah merencanakan pemangkasan hubungan kerja (PHK) pada 5.000 karyawan.

Pemangkasan karyawan tersebut dilakukan Credit Suisse setelah bank yang berbasis di Zurich mengalami krisis pemasukan secara berkepanjangan hingga membuat layanan perbankan ini mengalami kemunduran dan membukukan kerugian sebanyak 1,59 miliar franc Swis selama kuartal kedua 2022.

Kemunduran tersebut mulai terjadi setelah suku bunga di seluruh dunia mengalami hawkish, sikap agresif inilah yang membuat Credit Suisse dihantam berbagai skandal negatif mulai dari isu kenaikan biaya litigasi, sampai isu amblesnya volatilitas pasar keuangan Credit Suisse.

Baca juga: Ekonom Eric Scheidegger: Tidak Ada Resesi di Swiss Tahun Ini

“Kami menjuluki 2022 sebagai tahun transisi terberat, dengan perubahan penjagaan, restrukturisasi untuk mengurangi pengambilan risiko dalam perbankan investasi dan meningkatkan manajemen kekayaan,” jelas Ulrich Koerner, CEO baru Credit Suisse seperti dikutip dari reuters, Jumat (2/9/2022).

Selain kenaikan suku bunga, rontoknya pendapatan bank investasi asal Swiss ini  juga disebabkan oleh adanya pembengkakan dana pinjaman yang dilakukan beberapa layanan keuangan.

Seperti Archegos Capital Management, yang gagal  membayarkan hutangnya senilai 5,5 miliar dolar AS pada Credit Suisse, serta runtuhnya pemodal asal Inggris Greensill hingga hutangnya pada Credit Suisse membengkak sebanyak 10 miliar dolar AS dilansir dari reuters.

Munculnya tekanan ini yang membuat Credit Suisse terpaksa memangkas 5.000 karyawan, demi mencegah terjadinya pembengkakan kerugian di kuartal selanjutnya. Dengan pemangkasan tersebut Credit Suisse diperkirakan dapat mengurangi anggaran pengeluaran jangka menengah perusahaan di tahun ini, dari 16,8 miliar franc menjadi 15,5 miliar franc Swiss.

Baca juga: Ekonomi Makin Memanas, Bank Sentral Swiss Kerek Suku Bunga Ke Level Tertinggi

Hasil pemangkasan inilah yang kemudian dialokasikan untuk mengembangkan perusahaan, guna menjaga keseimbangan keuangan perusahaan yang sempat terpuruk akibat dihantam serangkaian skandal negatif.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas